Headline »

December 13, 2017 – 2:00 am | Edit Post

Share this on WhatsApp
Di antara umat beliau SAW, ada yang susah-payah mendatangi telaga dalam keadaan kehausan, namun ketika mendekat, ia dihalau dari telaga dan tidak diizinkan untuk meminum setetes pun darinya. Merekalah orang-orang yang merugi.
Imam …

Read the full story »
Artikel

Tulisan-tulisan bermuatan ilmu dan wacana yang bakal memperluas cakrawala pengetahuan.

Kalam Salaf

Pitutur dan nasehat ulama salaf yang senantiasa melipur kegundahan dan menyegarkan kedahagaan rohani.

Konsultasi Umum

Konsultasi bersama Habib Taufik bin Abdulkadir Assegaf untuk memecah problematika di tengah keluarga dan masyarakat.

Majelis Ifta'

Tanya jawab permasalahan fikih dan lainnya yang dipandu LBM (Lajnah Buhuts wal Muraja'ah) Sunniyah Salafiyah.

Program Streaming

Sajian beragam program menarik bernuansa islami yang bisa menyirami hati anda di tengah aktivitas

Home » Artikel, Headline, Kalam Salaf

MENGAPA DOA TAK KUNJUNG DIKABULKAN ?

Submitted by on January 28, 2017 – 6:12 am


Tiga penyebab doa-doa kita tidak di-ijabah oleh Allah swt 
1- mengkonsumsi yang tidak halal 

2- berbuat dosa. 

3- matinya hati. 
Oleh sebab itu, agar doa bisa dikabulkan kita harus melakukan langkah-langkah sebagai berikut: 

Pertama, menyeleksi makanan yang akan masuk ke dalam tubuh kita. Langkah ini adalah suatu keharusan karena di antara kunci dari diterimanya amal ibadah kita dan di ijabahnya doa-doa kita adalah tidak makan dan minum kecuali dari rezeqi yang halal. Nabi Muhammad saw pernah diminta oleh sahabat Sa’ad Bin Abi Waqos untuk mendoakannya agar menjadi hamba yang selalu di-ijabah doanya oleh Allah swt: “Wahai Rosulullah doakan aku agar Allah swt menjadikan aku hamba yang selalu di ijabah doanya !” Nabi Muhammad saw menjawab : “Perbagus makananmu! Makanlah yang halal maka doa kamu bakal diijabah oleh Allah swt.” 

فقام سعد بن أبي وقاص رضي الله عنه فقال: يا رسول الله، ادع الله أن يجعلني مستجاب الدعوة. فقال: يا سعد ، أطب مطعمك، تكن مستجاب الدعوة،  

Dikisahkan bahwa dahulu di zaman Nabi Musa ada seorang hamba yang tenggelam di dalam doanya. Ketika melihat hamba tersebut, Nabi Musa merasa kasihan lalu beliau bermunajat kepada Allah SWT, “Wahai Allah…kenapa engkau tidak mengabulkan doa hamba-Mu tersebut?” Allah mewahyukan kepada Nabi Musa, “Wahai Musa, seandainya dia menangis tersedu-sedu di dalam doanya sampai jiwanya melayang dan mengangkat tangannya sampai menyentuh langit, maka aku tetap tidak akan mengabulkannya!” Nabi Musa bertanya, “Apa salahnya wahai tuhan-ku?” Allah SWT mejawab, “Karena perutnya penuh dengan sesuatu yang haram, dan pakaian yang ia kenakan saat ini untuk berdoa kepada-Ku adalah hasil dari haram dan di dalam rumahnya ada barang haram.” 

Kedua, sebelum kita berdoa hendaknya kita tobat dari segala bentuk maksiat dan berikrar tidak akan mengulanginya lagi. Ulama salaf kita berpesan, “Janganlah kamu merasa diperlambat terkabulnya doa sedangkan kamu telah menutup jalan terkabulnya dengan maksiat-maksiatmu” 
 قال بعض السلف : لا تستبطئ الاجابة وقد سددت طرقها بالمعاصى  

Ketiga, penyebab doa tidak dikabulkan oleh Allah SWT adalah hati yang mati. Adapun penyebab hati mati menurut Ibrohim bin Adham ada 10 :  
1- Kalian mengenal dan tahu Allah SWT adalah tuhan tapi kalian tidak memberikan hak-Nya Allah SWT ( ibadah tidak ikhlas ).
2- Kalian mengaku cinta Nabi Muhammad SAW tapi kalian tinggalkan sunnahnya.  
3- Kalian membaca Al-Qur’an tapi kalian tidak mengamalkan isi kandungannya. 
4- Kalian sering mengkonsumsi nikmat-Nya tapi kalian tidak mensyukuri nikmat-nikmat itu. 
5- Kalian berkata setan adalah musuh kalian tapi kalian tidak menentang ajakannya. 
6- Kalian berkata syurga itu adalah benar adanya tapi kalian tidak beramal agar memasukinya. 
7- Kalian berkata neraka itu adalah benar adanya tapi kalian tidak lari darinya ( masih suka bermaksiat ). 
8- Kalian berkata kematian itu pasti datang tapi kalian tidak bersiap-siap untuk kematian. 
9- Kalian bangun dari tidur langsung sibuk dengan aib-aib manusia dan kalian lupa dengan aib-aib kalian sendiri. 
10- Kalian sering memakamkan orang yang mati di antara kalian akan tetapi kalian tidak mengambil pelajaran dengan kematian itu.
Wallahu a’lam.

Leave a comment!

Add your comment below, or trackback from your own site. You can also Comments Feed via RSS.

Be nice. Keep it clean. Stay on topic. No spam.

You can use these tags:

<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong> 

This is a Gravatar-enabled weblog. To get your own globally-recognized-avatar, please register at Gravatar.