Headline »

August 18, 2017 – 9:16 am | Edit Post

Share this on WhatsAppPesan Kemerdekaan yang disampaikan oleh Al – Habib Taufiq bin Abdul Qodir Assegaf dalam upacara hari kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-72 di lingkungan Pondok Pesantren Sunniyah Salafiyah – Pasuruan
Kamis, 17 Agustus 2017 …

Read the full story »
Artikel

Tulisan-tulisan bermuatan ilmu dan wacana yang bakal memperluas cakrawala pengetahuan.

Kalam Salaf

Pitutur dan nasehat ulama salaf yang senantiasa melipur kegundahan dan menyegarkan kedahagaan rohani.

Konsultasi Umum

Konsultasi bersama Habib Taufik bin Abdulkadir Assegaf untuk memecah problematika di tengah keluarga dan masyarakat.

Majelis Ifta'

Tanya jawab permasalahan fikih dan lainnya yang dipandu LBM (Lajnah Buhuts wal Muraja'ah) Sunniyah Salafiyah.

Program Streaming

Sajian beragam program menarik bernuansa islami yang bisa menyirami hati anda di tengah aktivitas

Home » Headline, Kalam Salaf

CIRI-CIRI ULAMA’ YANG LURUS.

Submitted by on January 24, 2017 – 5:23 am One Comment

 


Allah swt berfirman 
قال الله تعالى : إنما يخشى الله من عباده العلماء.
” Hanya saja yang punya rasa takut kepada Allah swt diantara hamba-hambanya adalah para ulama” 

Ulama yang disebut dalam ayat tersebut adalah ulama akhirat yang lurus dan punya rasa takut kepada Allah swt,serta mengajarkan manusia untuk takut kepada Allah swt 
Syaikh Nawawi al-Jawi, dalam kitab Maraqil Ubudiyah hal 12-13, menyampaikan ciri-ciri ulama akhirat, yaitu: 
1- Tidak memanfaatkan ilmu untuk kepentingan duniawi. 
2- Tujuannya dalam mencari dan memperdalam ilmu hanya untuk mendapatkan kebahagiaan akhirat. Perhatiannya selalu tertuju kepada ilmu yang berhubungan dengan hati, dan ia selalu mengatur hatinya untuk melawan hawa nafsu. 
3- Dia menuntut ilmu karena ingin mengetahui, meneladani, dan meniru Sang Pembawa Syariat, yaitu Nabi Muhammad SAW dalam semua perbuatan dan perkataannya. 
Sedangkan ciri ulama yang tidak menjadikan ilmunya sebagai alat untuk mencari kekayaan dunia adalah: 

1- Terdepan dalam melaksanakan perintah Allah SWT dan menjauhi larangannya-Nya, sebelum memerintah dan menasehati orang lain. 
2- Senantiasa menghindari makanan yang lezat, rumah yang mewah, dan pakaian yang bagus. 
3- Senang menyendiri, tidak suka bergaul dengan pejabat kecuali untuk menasehatinya atau mendesaknya agar mengembalikan hak orang lain kepada pemiliknya atau untuk membimbingnya menuju jalan yang diridhoi Allah SWT. 
4- Tidak tergesa-gesa dalam berfatwa. Ia selalu mengarahkan orang yang meminta fatwa agar bertanya kepada orang yang lebih alim darinya.
 

Mudah-mudahan bermanfaat. 

Wallahu a’lam.

One Comment »

2 Pingbacks »

Leave a comment!

Add your comment below, or trackback from your own site. You can also Comments Feed via RSS.

Be nice. Keep it clean. Stay on topic. No spam.

You can use these tags:

<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong> 

This is a Gravatar-enabled weblog. To get your own globally-recognized-avatar, please register at Gravatar.