Headline »

June 28, 2017 – 4:10 am | Edit Post

Share this on WhatsApp
Anjing terbagi menjadi tiga:

Anjing ganas, mengenai ini para ulama tidak ada khilaf bahwasanya anjing ini tidak dilindungi dan disunahkan untuk dibunuh.
Anjing yang bermanfaat untuk berburu atau menjaga rumah misalnya, anjing ini dilindungi …

Read the full story »
Artikel

Tulisan-tulisan bermuatan ilmu dan wacana yang bakal memperluas cakrawala pengetahuan.

Kalam Salaf

Pitutur dan nasehat ulama salaf yang senantiasa melipur kegundahan dan menyegarkan kedahagaan rohani.

Konsultasi Umum

Konsultasi bersama Habib Taufik bin Abdulkadir Assegaf untuk memecah problematika di tengah keluarga dan masyarakat.

Majelis Ifta'

Tanya jawab permasalahan fikih dan lainnya yang dipandu LBM (Lajnah Buhuts wal Muraja'ah) Sunniyah Salafiyah.

Program Streaming

Sajian beragam program menarik bernuansa islami yang bisa menyirami hati anda di tengah aktivitas

Home » Artikel, Featured, Headline

Benarkah Nur Muhamad Makhluk Yang Pertama?

Submitted by on January 14, 2017 – 11:16 pm

Disebutkan dalam Maulid Simtud Durar, hadits riwayat Jabir dengan sanad dari Abdur Razzaq :

عَنْ جَابِرْ بِنْ عَبْدِ اللهِ قَالَ: قُلْتُ: يَا رَسُوْلَ اللهِ، بِأَبِي أَنْتَ وَأُمِّي، أَخْبِرْنِي عَنْ أَوَّلِ شَيْءٍ خَلَقَهُ اللهُ قَبْلَ اْلأَشْيَاء؟ قَالَ: يَا جَابِرُ، إِنَّ اللهَ خَلَقَ قَبْلَ اْلأَشْيَاءِ نُوْرَ نَبِيِّكَ محمد مِنْ نُوْرِهِ

Dari Jabir bin Abdullah, berkata : “Wahai Rasulullah saw, ayah dan ibuku menjadi tebusan. Beritahulah aku mengenai hal pertama yang Allah SWT ciptakan sebelum segala sesuatu ?” Rasulullah saw menjawab : “Wahai Jabir, sesungguhnya Allah SWT menciptakan sebelum segala sesuatu adalah Nur (cahaya) Nabimu dari Cahaya-Nya.”

Mereka berkata

Hadits di atas tidak dapat kita terima, karena ternyata hadits tersebut tidak ditemukan dalam kitab Mushannaf Abdur Razzak. Selain itu, hadits di atas juga bertentangan dengan hadits-hadits shohih seperti :

إِنَّ أَوَّلَ مَا خَلَقَ اللهُ تَعَالَى اَلْقَلَمُ

“Sesungguhnya yang pertama diciptakan oleh Allah adalah Al-Qalam.” (HR Abu Dawud)

Di samping itu, dalam hadits di atas disebutkan bahwa Rasulullah saw tercipta dari cahaya, padahal Rasulullah saw pernah bersabda  :

خُلِقَتِ اْلَملَائِكَةُ مِنْ نُوْرٍ وَخُلِقَ اْلجَانُّ مِنْ مَارِجٍ مِنْ نَارٍ وَخُلِقَ آدَمُ مِمَّا وُصِفَ لَكُمْ

“Diciptakan malaikat  dari cahaya, dan diciptakan jin dari nyala api, sedangkan Adam diciptakan dari apa yang telah disifatkan pada kalian (tanah).” (HR Muslim)

Makna hadits ini jelas, hanya malaikat saja yang diciptakan dari cahaya. Sedangkan manusia termasuk Rasulullah saw tercipta dari tanah.

Lebih Jauh lagi, dalam hadits di atas disebutkan bahwa Rasulullah saw  tercipta dari cahaya Allah SWT. Ini sangat mustahil karena dengan begitu berarti Rasulullah saw adalah bagian dari cahaya Allah SWT. Dengan kata lain Rasulullah saw adalah bagian dari Tuhan. Perkataan seperti ini adalah bentuk kemusyrikan yang nyata dan tak mungkin berasal dari mulut Nabi saw.

Semua ini menunjukkan bahwa hadits yang ada dalam Maulid Simtud Durrar tidak dapat diterima, dan kepercayaan  mengenai Nur Muhammad saw perlu dibuang jauh karena  sangat membahayakan keimanan kita.

Kami Menjawab

Makhluk Pertama.

Terlepas dari shahih atau dhaifnya, yang jelas hadits mengenai Nur Muhammad telah dinukil oleh para ulama dari Imam Abdur Razzaq. Memang dalam kitab  Mushannaf Abdur Razzak yang tersebar saat ini, hadits tersebut tidak ditemukan. Hal ini wajar karena Abdur Razzak tidak hanya meriwayatkan hadits dalam kitab Mushannaf. Atau mungkin saja dalam kitab Mushannaf yang sekarang terdapat distorsi, mengingat jauhnya masa Imam Abdur Razzak yang wafat di tahun 211 Hijriyah dengan kita. Di antara ulama yang menetapkan bahwa hadits ini berasal dari Imam Abdur Razzaq adalah Imam `Ajluni dalam kitabnya Kasyful Khafa.(1)

Terdapat perselisihan di antara ulama mengenai makhluk pertama yang diciptakan Allah SWT. Perselisihan ini timbul karena banyaknya hadits-hadits yang datang mengenai itu. Jika dilihat sepintas, hadits-hadits tersebut terlihat bertentangan satu sama lain. Sebagai contoh, Rasulullah saw pernah bersabda :

إِنَّ أَوَّلَ مَا خَلَقَ اللهُ تَعَالىَ اَلْقَلَمُ

“Sesungguhnya hal pertama yang diciptakan Allah adalah Al-Qalam.” (HR Abu Dawud) (2)

Hadits ini menyatakan bahwa yang pertama diciptakan adalah Qalam yang bertugas untuk mencatat takdir.

Dalam hadits lain Rasulullah saw bersabda :

كَانَ اللهُ وَلَمْ يَكُنْ شَيْءٌ قَبْلَهُ وَكَانَ عَرْشُهُ عَلَى اْلَماءِ ثُمَّ خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَاْلأَرْضَ وَكَتَبَ فِي الذِّكْرِ كُلَّ شَيْءٍ

“Allah SWT bersifat wujud (ada) dan tidak ada sesuatu pun yang wujud sebelum-Nya. Arsy-Nya berada di atas air, kemudian Allah SWT menciptakan langit dan bumi serta mencatat penyebutan segala sesuatu.” (HR Bukhari) (3)

Dalam hadits ini disebutkan bahwa ketika pencatatan takdir dimulai, ternyata  arsy dan air telah ada. Ini berarti arsy dan air telah ada sebelum qalam.

Para ulama tentu tidak bertindak gegabah dengan menafikan satu hadits dan memakai hadits lain hanya karena perbedaan seperti ini. Mereka mencari jalan tengah dalam masalah ini dan menerima riwayat-riwayat yang ada selama masih bisa diselaraskan.

Dalam masalah dua hadits di atas, Imam Ibnu Hajar dalam Fathul Bari mengatakan bahwa qalam merupakan yang pertama diciptakan jika dinisbatkan kepada selain air dan arsy, atau jika dibandingkan dengan hal yang ditulisnya kemudian (4).

Begitu juga halnya dengan hadits-hadits lain yang datang mengenai awal-mulanya penciptaan. Jika masih mungkin untuk diselaraskan, maka itu lebih baik dari pada mengambil satu hadits yang sesuai dengan pemikiran kita, lalu membuang lainnya.

Sebagian ulama mengatakan bahwa awal segala sesuatu adalah nur Muhammad saw, sedangkan hadits-hadits lain yang menjelaskan mengenai awal makhluk (selain nur Muhammad saw) itu pun juga benar namun jika dinisbatkan kepada selain nur Muhammad saw. Maksudnya, hal-hal tersebut seperti qalam, arsy, dan air, semua itu memang termasuk golongan makhluk yang pertama kali diciptakan namun bukan yang paling pertama, karena yang paling pertama adalah nur Muhammad saw(5).

Al Imam Naisabury dalam tafsirnya mengatakan :

“Apa yang diriwayatkan bahwa Rasulullah saw bersabda: ‘Sesungguhnya hal pertama yang diciptakan adalah esensi suatu benda’, dan dalam suatu riwayat ‘ mutiara.’ Kemudian Allah SWT menatap mutiara tersebut dan mutiara itu pun meleleh.  “Hal pertama yang diciptakan Allah adalah al-lauh.” “Hal pertama yang diciptakan Allah SWT adalah ruhku.” Dalam suatu riwayat “cahayaku.” “Hal pertama yang diciptakan Allah SWT adalah akal.” “Hal pertama yang diciptakan Allah SWT adalah qalam.” Dan yang dikatakan sebagian salaf bahwa hal pertama yang diciptakan Allah SWT secara mutlak adalah malaikat karubi. Maka sesungguhnya nama-nama itu berbeda akan tetapi yang dimaksud adalah satu yaitu ruh Nabi saw.”

Ruh Nabi saw, jika dilihat dari sisi bahwa beliau adalah mutiara yang terpendam di alam semesta, maka beliau dinamakan mutiara. Jika dipandang dari sisi cahayanya, maka beliau dinamakan cahaya. Jika dilihat dari kesempurnaan akalnya maka dinamakan akal, ……, dan jika dilihat bahwa segala sesuatu berjalan sesuai dengan tuntunannya, maka beliau dinamakan qalam. Jika dilihat dari sifat malaikat yang menguasai dirinya  maka beliau dinamakan malaikat karubi, karena setiap ruh diciptakan dari ruhnya. Dialah induk dari segala ruh, maka dinamakanlah ia Ummi…”(6)

Pernyataan para ulama mengenai awal Nur Muhammad saw dalam penciptaan, bukan hanya bersandar pada hadits Jabir di atas, akan tetapi juga didukung oleh dalil-dalil lainnya.  Diantaranya adalah  hadits :

كُنْتُ أَوَّلَ النَّبِيِّيْنَ فِي اْلخَلْقِ وَآخِرَهُمْ فِي اْلبَعْثِ

Aku adalah nabi yang pertama dalam penciptaan akan tetapi yang paling akhir diutus.” (HR Abu Nu`aim)(7)

Hadits ini dikuatkan oleh hadits :

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ قَالُوا : يَا رَسُوْلَ اللهِ مَتَى وَجَبَتْ لَكَ النُّبُوَّةُ ؟ قَالَ وَآدَم بَيْنَ الرُّوْحِ وَاْلجَسَدِ

Dari Abu Hurairah, berkata, mereka (para sahabat) berkata :“Wahai Rasulullah saw, kapankah diwajibkan atas engkau  kenabian?” Rasulullah saw berkata: “Ketika Adam berada  diantara ruh dan jasad.” (HR Turmudzi, Ahmad, Thabrani) (8)

Hadits ini menjelaskan kepada kita bahwa hakikat Nabi Muhammad saw telah ada sebelum terciptanya Nabi Adam as. Oleh karena itulah maka setiap nabi yang diutus selalu diingatkan untuk mengimani dan membantu Rasulullah saw serta memberi kabar gembira mengenai kedatangan beliau.  Allah SWT  berfirman :

وَإِذْ أَخَذَ اللَّهُ مِيثَاقَ النَّبِيِّينَ لَمَا آتَيْتُكُمْ مِنْ كِتَابٍ وَحِكْمَةٍ ثُمَّ جَاءَكُمْ رَسُولٌ مُصَدِّقٌ لِمَا مَعَكُمْ لَتُؤْمِنُنَّ بِهِ وَلَتَنْصُرُنَّهُ ۚ قَالَ أَأَقْرَرْتُمْ وَأَخَذْتُمْ عَلَىٰ ذَٰلِكُمْ إِصْرِي ۖ قَالُوا أَقْرَرْنَا ۚ قَالَ فَاشْهَدُوا وَأَنَا مَعَكُمْ مِنَ الشَّاهِدِينَ

“Dan (ingatlah), ketika Allah SWT mengambil perjanjian dari para nabi, sungguh, apa saja yang Aku berikan kepadamu berupa kitab dan hikmah kemudian datang kepadamu seorang Rasul yang membenarkan apa yang ada padamu, niscaya kamu akan sungguh-sungguh beriman kepadanya dan menolongnya”. Allah SWT berfirman: “Apakah kamu mengakui dan menerima perjanjian-Ku terhadap yang demikian itu?” Mereka menjawab: “Kami mengakui.” Allah berfirman: “Kalau begitu saksikanlah (hai para nabi) dan Aku menjadi saksi (pula) bersama kamu.”(QS Ali Imran : 81)

Yang dimaksud dengan رَسُولٌ مُصَدِّقٌ (seorang Rasul yang membenarkan) dalam ayat diatas adalah Rasulullah saw.(9)

Dalam ayat lain Allah SWT berfirman :

وَإِذْ قَالَ عِيسَى ابْنُ مَرْيَمَ يَا بَنِي إِسْرَائِيلَ إِنِّي رَسُولُ اللَّهِ إِلَيْكُمْ مُصَدِّقًا لِمَا بَيْنَ يَدَيَّ مِنَ التَّوْرَاةِ وَمُبَشِّرًا بِرَسُولٍ يَأْتِي مِنْ بَعْدِي اسْمُهُ أَحْمَدُ ۖ فَلَمَّا جَاءَهُمْ بِالْبَيِّنَاتِ قَالُوا هَٰذَا سِحْرٌ مُبِينٌ

Dan (ingatlah) ketika Isa bin Maryam berkata: “Hai Bani Israil, sesungguhnya aku adalah utusan Allah SWT kepadamu, membenarkan kitab sebelumku, yaitu Taurat, dan memberi kabar gembira dengan (datangnya) seorang Rasul yang akan datang sesudahku, yang namanya Ahmad (Muhammad).” Maka tatkala Rasul itu datang kepada mereka dengan membawa bukti-bukti yang nyata, mereka berkata: “Ini adalah sihir yang nyata.” (QS Ash Shaf : 6)

Setiap nabi selalu memberitakan kabar gembira mengenai kedatangan Nabi Muhammad saw, karena memang hakikat Nabi Muhammad saw telah nyata sebelum tercipta.

Semua dalil-dalil ini menunjukkan bahwa Rasulullah saw merupakan makhluk pertama yang Allah SWT ciptakan. Hal itu tidak bisa kita pertentangkan dengan kenyataan bahwa Adam adalah manusia yang paling awal dan hadits yang menyatakan bahwa manusia tercipta dari tanah,  karena yang dimaksud disini bukanlah penciptaan jasad akan tetapi penciptaan hakekat Nabi Muhammad saw.

Bukan hanya Nabi Muhammad saw, bahkan ruh semua manusia diciptakan sebelum penciptaan jasad. Dalam Al Qur`an Allah SWT berfirman :

وَإِذْ أَخَذَ رَبُّكَ مِنْ بَنِي آدَمَ مِنْ ظُهُورِهِمْ ذُرِّيَّتَهُمْ وَأَشْهَدَهُمْ عَلَىٰ أَنْفُسِهِمْ أَلَسْتُ بِرَبِّكُمْ ۖ قَالُوا بَلَىٰ ۛ شَهِدْنَا ۛ أَنْ تَقُولُوا يَوْمَ الْقِيَامَةِ إِنَّا كُنَّا عَنْ هَٰذَا غَافِلِينَ

Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu mengeluarkan keturunan anak-anak Adam dari sulbi mereka dan Allah mengambil kesaksian terhadap jiwa mereka (seraya berfirman): “Bukankah Aku ini Tuhanmu?” Mereka menjawab: “Betul (Engkau Tuhan kami), kami menjadi saksi.” (Kami lakukan yang demikian itu) agar di Hari Kiamat kamu tidak mengatakan: “Sesungguhnya kami (Bani Adam) adalah orang-orang yang lengah terhadap ini (keesaan Tuhan).”(QS Al A`raf :172)

 

Leave a comment!

Add your comment below, or trackback from your own site. You can also Comments Feed via RSS.

Be nice. Keep it clean. Stay on topic. No spam.

You can use these tags:

<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong> 

This is a Gravatar-enabled weblog. To get your own globally-recognized-avatar, please register at Gravatar.