Headline »

May 23, 2017 – 3:08 pm | Edit Post

Share this on WhatsApp
Oleh : Ali Muhammad Baagil, Alumni Fakultas Al Quran Sunniyah Salafiyyah Pasuruan
Perintah puasa ramadhan diturunkan oleh Allah swt pada bulan sya’ban tahun kedua hijriyah, namun puasa bukanlah hal baru bagi umat islam …

Read the full story »
Artikel

Tulisan-tulisan bermuatan ilmu dan wacana yang bakal memperluas cakrawala pengetahuan.

Kalam Salaf

Pitutur dan nasehat ulama salaf yang senantiasa melipur kegundahan dan menyegarkan kedahagaan rohani.

Konsultasi Umum

Konsultasi bersama Habib Taufik bin Abdulkadir Assegaf untuk memecah problematika di tengah keluarga dan masyarakat.

Majelis Ifta'

Tanya jawab permasalahan fikih dan lainnya yang dipandu LBM (Lajnah Buhuts wal Muraja'ah) Sunniyah Salafiyah.

Program Streaming

Sajian beragam program menarik bernuansa islami yang bisa menyirami hati anda di tengah aktivitas

Home » Uncategorized

BENARKAH NABI MUHAMMAD SAW RAHMATAN LIL-ALAMIN?

Submitted by on January 9, 2017 – 2:34 am

Allah swt di dalam firmannya menyifati Nabi Muhammad saw dengan Rahmat lil-alamiin
وَمَا أَرْسَلْنَاكَ إِلَّا رَحْمَةً لِلْعَالَمِينَ
Dan tiadalah Kami mengutus kamu, melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi semesta alam.
Lalu muncul pertanyaan, kenapa Nabi Muhamma saw mengangkat senjata untuk perang dan menghalalkan rampasan perang?
Ketahuilah, Apa yang telah disifatkan Allah adalah benar, Nabi Muhammad saw adalah utusan Allah swt yang menebar rahmat di alam semesta, diantara bentuk rahmatnya adalah ditundanya azdab bagi orang yang mendustakan Nabi Muhammad saw, berbeda dengan umat umat nabi terdahulu yang  langsung diadzab ketika mereka mendustakan nabinya.

 Allah swt berfirman 

  وما كان الله ليعذّبهم وانت فيهم.

“Tidaklah Allah swt mengazdab mereka sedangkan engkau wahai Muhammad saw berada di tengah-tengah mereka”
Rasulullah juga pernah diminta mendoakan turunnya adzab atas orang- orang musyrik, namun Sang Rasul menjawab: aku diutus sebagai penebar rahmat, bukan sebagai menebar azdab. Hadits ini diriwayatkan oleh Abu Hurairah RA.
Adapun kejadian perang yang dilakukan Nabi Muhammad saw dan para sahabatnya bukan tanpa alasan, Nabi Muhammad saw mengangkat pedang untuk memerangi orang-orang sombong yang tidak mau menyambut ajakan Nabi Muhammad saw dan orang-orang yang menentang atas kebenaran ajaran islam. 
Bisa juga dibuatkan permisalan, Hujan itu rahmat akan tetapi bisa juga berubah menjadi adzab, walupun air hujan itu berkah, Allah swt berfirman:
وانزلنا من السماء ماء مباركا
“Dan aku turunkan dari langit air yang penuh berkah”
Allah swt adalah tuhan yang penuh rahmat dan kasih sayang ( الرحمن الرحيم  ), Namun di sisi lain Allah swt juga mempunyai sifat maha membalas bagi hamba-hamba yang berani bermaksiat kepada-Nya ( المنتقم ).  Begitu pula sifat Nabi Muhammad saw, selain mempunyai sifat rahmat beliau juga mempunyai sifat pemberani dan tegas bagi musuh-musuh Allah swt dan bagi orang yang berani menghina agamanya Allah swt yaitu agama islam.
Syech Abdurahman addibaiy menerangkan sifat Nabi Muhammad saw  dalam maulidnya,

وَيَعْفُوْ عَنِ الذَّنْبِ إِذَا كَانَ فِيْ حَقِّهِ وَسَبَبِهِ، وَإِذَا ضُيِّعَ حَقُّ اللهِ لَمْ يَقُمْ أَحَدٌ لِغَضَبِهِ.
Nabi Muhammad selalu memaafkan kesalahan apabila yang diganggu itu adalah hak pribadinya, akan tetapi apabila hak Allah Swt diganggu, maka tidak seorang pun mampu membendung kemarahan beliau.

Walhasil, jangan sampai kita memakai dalil rahmatan lil-alamiin untuk membela kemungkaran sehingga kita masuk di kategori ad’aful iman atau orang yang lemah imannya.
( jawahirul-bihar.hal 174-175 )
Wallahu a’lam.

Leave a comment!

Add your comment below, or trackback from your own site. You can also Comments Feed via RSS.

Be nice. Keep it clean. Stay on topic. No spam.

You can use these tags:

<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong> 

This is a Gravatar-enabled weblog. To get your own globally-recognized-avatar, please register at Gravatar.