Headline »

October 21, 2017 – 1:12 am | Edit Post

Share this on WhatsApp
Pertanyaan:
Ustadz, Bagaimana Hukumnya orang yang jualan jangkrik ?
Ainul Yaqin
Jawaban:
Hukum Jual beli hewan diperinci sebagai berikut:

Apabila hewan itu bermanfaat (secara syariat), seperti unta, sapi, kambing, kuda dan lain-lain, maka sah jual belinya, karena …

Read the full story »
Artikel

Tulisan-tulisan bermuatan ilmu dan wacana yang bakal memperluas cakrawala pengetahuan.

Kalam Salaf

Pitutur dan nasehat ulama salaf yang senantiasa melipur kegundahan dan menyegarkan kedahagaan rohani.

Konsultasi Umum

Konsultasi bersama Habib Taufik bin Abdulkadir Assegaf untuk memecah problematika di tengah keluarga dan masyarakat.

Majelis Ifta'

Tanya jawab permasalahan fikih dan lainnya yang dipandu LBM (Lajnah Buhuts wal Muraja'ah) Sunniyah Salafiyah.

Program Streaming

Sajian beragam program menarik bernuansa islami yang bisa menyirami hati anda di tengah aktivitas

Home » Artikel, Headline

Pria Sejati Selalu Berjalan di Depan Wanita

Submitted by on December 30, 2016 – 2:08 am

Beberapa saat usai menolong dua dara yang tidak mendapatkan air untuk ternak mereka karena antrian yang terlalu padat dan didominasi para pria, Nabi Musa alaihissalam kemudian diajak dua perempuan muda itu untuk menemui ayahnya yang tidak lain adalah Nabi Syuaib alaihissalam dengan usia sangat tua. Nabi Syuaib tertarik dengan cerita putrinya tentang Musa muda yang dengan ikhlas menolong tanpa meminta imbalan. (Kisah lengkapnya pada QS. al-Qashash: 22-27)

Yang menarik dalam satu riwayat adalah saat Nabi Musa berjalan di belakang perempuan muda itu, dia merasa ada sesuatu yang bisa membuat mata. pikiran dan hatinya ’tidak nyaman. Akhirnya dia meminta dua dara itu untuk berjalan di belakangnya saja dan memberi isyarat jalan yang harus dilewati, karena memang saat itu belum tahu rute yang harus ditempuhnya. “Hendaklah engkau berjalan di belakangku. Jika aku salah jalan, lemparkanlah kerikil untuk memberitahukan padaku akan jalan yang benar,” ujar Nabi Musa.

Ternyata kisah Nabi Musa tadi sejalan dengan nasehat Nabi Daud pada putranya, Nabi Sulaiman “Duhai anakku, berjalanlah dibelakang singa dan ular besar, tapi jangan sekali-kali kamu berjalan di belakang seorang perempuan.”

Begitu dahsyatnya fitnah melihat perempuan sampai Nabi Daud memandangnya melebihi binatang buas.

Imam Mujahid berkata “Ketika perempuan menghadap ke depan maka iblis duduk di atas kepalanya sambil menghiasi tubuh perempuan tersebut agar terlihat indah, hingga orang yang melihatnya tertarik memandang bagian depan perempuan tersebut. Ketika perempuan menghadap ke belakang maka iblis berada di pinggulnya sambil agar orang yang di belakangnya tertarik memandangnya.

Nah, jika Nabi Musa as meminta perempuan cantik untuk berjalan di belakangnya demi menjaga mata, hati dan pikiran yang bisa saja berkembang tidak karuan. Lalu bagaimana dengan kita jika berjalan atau berkendara di belakang perempuan cantik. Apakah segera menyalipnya atau berlama-lama di belakangnya? Allahu waanta a’lamu bil jawab. Tentu saja hanya Allah dan Anda sendiri yang paling tahu jawabannya. 🙂

Oleh:
Jakfar Al-Haddar

Leave a comment!

Add your comment below, or trackback from your own site. You can also Comments Feed via RSS.

Be nice. Keep it clean. Stay on topic. No spam.

You can use these tags:

<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong> 

This is a Gravatar-enabled weblog. To get your own globally-recognized-avatar, please register at Gravatar.