Headline »

August 18, 2017 – 9:16 am | Edit Post

Share this on WhatsAppPesan Kemerdekaan yang disampaikan oleh Al – Habib Taufiq bin Abdul Qodir Assegaf dalam upacara hari kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-72 di lingkungan Pondok Pesantren Sunniyah Salafiyah – Pasuruan
Kamis, 17 Agustus 2017 …

Read the full story »
Artikel

Tulisan-tulisan bermuatan ilmu dan wacana yang bakal memperluas cakrawala pengetahuan.

Kalam Salaf

Pitutur dan nasehat ulama salaf yang senantiasa melipur kegundahan dan menyegarkan kedahagaan rohani.

Konsultasi Umum

Konsultasi bersama Habib Taufik bin Abdulkadir Assegaf untuk memecah problematika di tengah keluarga dan masyarakat.

Majelis Ifta'

Tanya jawab permasalahan fikih dan lainnya yang dipandu LBM (Lajnah Buhuts wal Muraja'ah) Sunniyah Salafiyah.

Program Streaming

Sajian beragam program menarik bernuansa islami yang bisa menyirami hati anda di tengah aktivitas

Home » Artikel, Featured, Headline

MAHALLUL QIYAM

Submitted by on December 12, 2016 – 5:55 am

mahalul-qiyamdd

Di tengah pembacaan maulid, lazim kita dapati bagian yang dinamakan Mahallul Qiyam, yaitu tempat di mana mereka yang menghadiri maulid berdiri untuk menghormati Nabi SAW. Perbuatan ini telah dilakukan oleh para ulama dengan tujuan memuliakan dan mengagungkan Baginda Nabi SAW. Imam Abu Bakar Muhammad Syatho ad-Dimyati dalam kitabnya I`anatut Tholibin mengatakan:

فائدة: جرت العادة أن الناس إذا سمعوا ذكر وضعه يقومون تعظيما له وهذا القيام مستحسن لما فيه من تعظيم النبي وقد فعل ذلك كثير من علماء الأمة الذين يقتدى بهم اه

[Faidah] Telah menjadi kebiasaan saat orang-orang mendengar penyebutan kelahiran Nabi Muhammad, mereka berdiri untuk memberikan penghormatan. Berdiri semacam ini dianggap bagus karena di dalamnya terdapat pengagungan terhadap Nabi, dan yang demikian telah dikerjakan oleh mayoritas alim ulama yang pantas untuk diikuti. [ Abu Bakar Muhammad Syathaa ad-Dimyaathi “ I’aanah at-Thoolibiin III/363 ].

Al-Allaamah Burhanuddin Al-Halaby berkata:

ومن الفوائد انه جرت عادة كثير من الناس اذا سمعوا بذكر وضعه صلى الله عليه وسلم أن يقوموا تعظيما له صلى الله عليه وسلم وهذا القيام بدعة لا أصل لها : أي لكن هي بدعة حسنة , لانه ليس كل بدعة مذمومة . وقد قال سيدنا عمر رضي الله تعالى عنه في اجتماع الناس لصلاة التراويح : نعمت البدعة .

“Termasuk faedah-faedah yang menjadi kebiasaan banyak orang di saat mereka mendengar penyebutan kelahiran Nabi Muhammad shallallaahu alaihi wasallam, mereka berdiri untuk memberikan penghormatan. Sesungguhnya berdiri semacam ini termasuk bidah yang tidak ada asalnya namun tergolong kepada bidah yang baik karena tidak setiap bidah itu tercela. Sayyidina Umar ra berkata saat mengumpulkan orang-orang untuk melaksanakan Shalat Tarawih “Sebaik-baiknya bidah adalah yang ini”, dan yang demikian telah dikerjakan oleh mayoritas alim ulama yang pantas untuk diikuti. [ As-Sirah al-Halabiyyah I/136 ].

An-Nabhani juga mengatakan:

“جرت العادة بأنه إذا ساق الوعاظ مولده صلى الله عليه وسلم وذكروا وضع أمه له قام الناس عند ذلك تعظيما له صلى الله عليه وسلم وهذا القيام بدعة حسنة لما فيه من إظهار السرور والتعظيم له صلى الله عليه وسلم بل مستحبة لم غلب عليه الحب والإجلال لهذا النبي الكريم عليه أفضل الصلاة وأتم التسليم.

“Telah menjadi kebiasaan saat para pemberi nasihat membacakan maulid Nabi SAW, dan menyebutkan ketika Nabi SAW dilahirkan oleh ibundanya, orang-orang berdiri untuk memberikan penghormatan. Berdiri semacam ini adalah bidah hasanah karena di dalamnya mengandung menampakkan kebahagiaan dan pengagungan pada Nabi bahkan dapat tergolong sunah saat dilakukan dengan penuh rasa suka cita dan pengagungan pada Nabi”. [ Jawaahir al-Bihaar III/383 ].

Tags: ,

Leave a comment!

Add your comment below, or trackback from your own site. You can also Comments Feed via RSS.

Be nice. Keep it clean. Stay on topic. No spam.

You can use these tags:

<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong> 

This is a Gravatar-enabled weblog. To get your own globally-recognized-avatar, please register at Gravatar.