Headline »

October 21, 2017 – 1:12 am | Edit Post

Share this on WhatsApp
Pertanyaan:
Ustadz, Bagaimana Hukumnya orang yang jualan jangkrik ?
Ainul Yaqin
Jawaban:
Hukum Jual beli hewan diperinci sebagai berikut:

Apabila hewan itu bermanfaat (secara syariat), seperti unta, sapi, kambing, kuda dan lain-lain, maka sah jual belinya, karena …

Read the full story »
Artikel

Tulisan-tulisan bermuatan ilmu dan wacana yang bakal memperluas cakrawala pengetahuan.

Kalam Salaf

Pitutur dan nasehat ulama salaf yang senantiasa melipur kegundahan dan menyegarkan kedahagaan rohani.

Konsultasi Umum

Konsultasi bersama Habib Taufik bin Abdulkadir Assegaf untuk memecah problematika di tengah keluarga dan masyarakat.

Majelis Ifta'

Tanya jawab permasalahan fikih dan lainnya yang dipandu LBM (Lajnah Buhuts wal Muraja'ah) Sunniyah Salafiyah.

Program Streaming

Sajian beragam program menarik bernuansa islami yang bisa menyirami hati anda di tengah aktivitas

Home » Artikel, Featured, Headline

Keutamaan Kitab Ihya’ Ulumiddin

Submitted by on November 29, 2016 – 8:44 am

Dalam qasidah yang memuji Kitab Ihya’ Ulumiddin karya Imam Al-Ghazali Habib Abdullah bin Alwi Al-Haddad berujar:

مؤلفه استاذنا وطبيبنا

Pengarang kitab Ihya’ adalah guru sekaligus dokter bagi kita.

Jika kita pelajari sejarah, Imam Al-Ghazali adalah keturunan orang biasa (bukan ulama), ayah beliau adalah pegawai kasar dan seorang tukang pintal benang juga bukan dari suku bangsa Arab. Kendati demikian cita-cita sang ayah terhadap anaknya sangatlah tinggi, Ayah Imam Al-Ghazali setiap kali bertemu dengan ulama’ selalu menangis, beliau tangisi dirinya, kenapa  tidak bisa seperti ulama’ itu?
Namun beliau tidak penah berputus asa dan selalu berdoa, bermunajat, dan berharap kepada Allah ﷻ agar menjadikan anaknya sebagai ulama’, Allah ﷻ pun mengabulkan doa dan harapan tersebut, Allah ﷻ jadikan anaknya sebagai HUJJATUL-ISLAM. Abu Hamid Muhammad bin Muhammad bin Muhammad bin Ahmad Al-Ghazali. Jika kita lihat nama Imam Ghazali, nama ayahnya, dan nama kakeknya, semua memiliki satu nama yang sama, yaitu Muhammad. Ini menunjukkan bahwa beliau tumbuh besar dalam lingkungan keluarga yang sangat cinta kepada Nabi Muhammad ﷺ .
Karya- karya Imam Ghazali sangat banyak, yang paling fenomenal diantaranya adalah kitab Ihya’ Ulumiddin. Sebagai penutup kami nukilkan komentar para ulama’ mengenai Ihya’ Ulumiddin.
– Al-Faqih As-Syarif Muhammad bin Ali Al-Aidid berkata: Siapa yang tidak suka kitab-kitab Imam Ghazali maka dia bukanlah orang yang ingat akhirat, melainkan orang yang cinta dunia.
– Al-Habib Abdurahman As-Seqaf berkata : Siapa yang tidak belajar kitab Ihya’ maka dia tidak punya rasa malu.
Mudah-mudahan yang sekelumit ini menjadi motivasi kita untuk mempelajari kitab Ihya’  Ulumuddin.
والله أعلم….
✒___  Ja’far Al Haddar

Leave a comment!

Add your comment below, or trackback from your own site. You can also Comments Feed via RSS.

Be nice. Keep it clean. Stay on topic. No spam.

You can use these tags:

<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong> 

This is a Gravatar-enabled weblog. To get your own globally-recognized-avatar, please register at Gravatar.