Headline »

August 20, 2017 – 3:29 am | Edit Post

Share this on WhatsApp
 
Al-Habib Muhammad bin Abdullah Al-haddar di dalam kitabnya Al-Masyrobus-Shofil-Haniy hal.173 mengisahkan:
Ada seorang laki-laki kaya raya dari Bani Isroil. Ia tidak mempunyai amal baik sama sekali, akan tetapi ia sangat menyukai untuk memberikan …

Read the full story »
Artikel

Tulisan-tulisan bermuatan ilmu dan wacana yang bakal memperluas cakrawala pengetahuan.

Kalam Salaf

Pitutur dan nasehat ulama salaf yang senantiasa melipur kegundahan dan menyegarkan kedahagaan rohani.

Konsultasi Umum

Konsultasi bersama Habib Taufik bin Abdulkadir Assegaf untuk memecah problematika di tengah keluarga dan masyarakat.

Majelis Ifta'

Tanya jawab permasalahan fikih dan lainnya yang dipandu LBM (Lajnah Buhuts wal Muraja'ah) Sunniyah Salafiyah.

Program Streaming

Sajian beragam program menarik bernuansa islami yang bisa menyirami hati anda di tengah aktivitas

Home » Artikel, Featured, Headline, Majelis Ifta'

Berhubungan Badan Sebelum Mandi Haid

Submitted by on November 15, 2016 – 12:58 am

haid-pada-wanita

Ustadz, aku mau tanya. Bagaimana hukumnya seorang perempuan yang sudah berhenti darah haidnya tapi belum mandi besar melakukan hubungan suami istri?

Mustofa

Jember – Jatim

08785752xxxx

 

Sebagian dari yang diharamkan bagi perempuan haid atau nifas adalah shalat, thawaf, membaca ayat Al-Qur’an, membawa mushaf, dan berdiam di masjid. Hal ini berlaku bagi perempuan yang sudah berhenti darahnya tetapi belum bersuci dengan mandi besar, karena selama belum bersuci, perempuan tersebut masih menyandang hadats besar. Demikian juga tidak diperbolehkan melakukan hubungan badan dengan suaminya meski pun darahnya sudah tidak keluar sampai ia dalam keadaan suci dengan melakukan mandi besar. Allah SWT berfirman:

وَلَا تَقْرَبُوهُنَّ حَتَّى يَطْهُرْنَ فَإِذَا تَطَهَّرْنَ فَأْتُوهُنَّ مِنْ حَيْثُ أَمَرَكُمُ اللَّهُ.

“dan janganlah kamu mendekati mereka sebelum mereka suci. Apabila mereka telah suci maka kumpuli mereka itu di tempat yang diperintahkan Allah kepadamu.” QS: Al-Baqoroh:222

Sedangkan hukum memulai puasa atau suami menjatuhkan talak diperbolehkan ketika perempuan sudah berhenti darah haid atau nifasnya meski pun belum bersuci dengan mandi besar.

Lihat: Ghoyatul bayan. Hal.71

Leave a comment!

Add your comment below, or trackback from your own site. You can also Comments Feed via RSS.

Be nice. Keep it clean. Stay on topic. No spam.

You can use these tags:

<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong> 

This is a Gravatar-enabled weblog. To get your own globally-recognized-avatar, please register at Gravatar.