Headline »

June 29, 2017 – 5:55 am | Edit Post

Share this on WhatsApp
Pertanyaan::
saya pernah membaca sebuah buku kecil. disitu di sebutkan bahwa Allah menciptakan sumber air di bumi yg bernama “ainul hayat “. Barang siapa yang meminumnya seteguk,maka ia tidak akan mati sampai hari …

Read the full story »
Artikel

Tulisan-tulisan bermuatan ilmu dan wacana yang bakal memperluas cakrawala pengetahuan.

Kalam Salaf

Pitutur dan nasehat ulama salaf yang senantiasa melipur kegundahan dan menyegarkan kedahagaan rohani.

Konsultasi Umum

Konsultasi bersama Habib Taufik bin Abdulkadir Assegaf untuk memecah problematika di tengah keluarga dan masyarakat.

Majelis Ifta'

Tanya jawab permasalahan fikih dan lainnya yang dipandu LBM (Lajnah Buhuts wal Muraja'ah) Sunniyah Salafiyah.

Program Streaming

Sajian beragam program menarik bernuansa islami yang bisa menyirami hati anda di tengah aktivitas

Home » Artikel, Headline

Keharmonisan Sahabat Nabi Dan Ahlul Bait

Submitted by on August 26, 2016 – 3:45 am

ahlul-bait-hrs_20150302_180050.jpg

Dalam paham Rafidhah, sahabat dan Ahlul Bait Nabi digambarkan sebagai dua pihak yang saling memusuhi. Sahabat Nabi digambarkan sebagai penindas hak-hak Ahlul Bait. Mereka selalu berbuat zalim pada Ahlul Bait, merampas hak kekhalifahan, merampas harta waris, bahkan berusaha membakar rumah keluarga Nabi. Sedangkan Ahlul Bait hanya bisa bertaqiyah (menyembunyikan kebencian mereka) sambil sesekali memprotes walau tidak ditanggapi. Benarkah demikian hubungan antara mereka ?

Forsan Salaf Menjawab:
Setiap orang bebas untuk berpendapat dan mereka-reka sejarah, tetapi faktalah yang akan menilai apakah pendapat itu benar atau keliru. Fakta yang tertera dalam literatur-literatur sejarah menunjukkan hubungan yang sangat harmonis antara sahabat dan Ahlul Bait. Sesekali memang terjadi perselisihan. Namun ini adalah hal yang wajar, sebab persahabatan yang paling akrab sekali pun pasti sesekali diwarnai bumbu perselisihan. Tetapi secara garis besar hubungan mereka sangat akrab, harmonis dan saling memberi. Mereka saling memberi nama putra-putri mereka, dan saling menikahkan keturunan-keturunan mereka. Marilah kita lihat fakta yang ada.

Pemberian Nama
Dalam Islam, nama merupakan hal yang penting. Nama mengandung doa, harapan, dan wujud kecintaan orang tua atas anaknya. Seorang muslim yang baik akan menamai anak-anaknya dengan nama-nama yang paling baik, dan tidak mungkin merelakan anaknya untuk memiliki nama yang sama dengan nama musuh-musuh Islam.
Jika kita melihat nama-nama keturunan Ahlul Bait, janganlah merasa heran jika disitu terdapat nama-nama sahabat yang konon menurut Syiah adalah musuh-musuh Islam. Pada hakekatnya, tidak ada permusuhan antara Ahlul Bait dan sahabat Nabi.
Mari kita perhatikan sejenak sebagian nama-nama keturunan Ahlul Bait Nabi di bawah ini:
Ahlul Bait yang bernama Abu Bakar :
Abu Bakar Bin Ali Bin Abi Thalib. [1]
Abu Bakar Bin Hasan Bin Ali Bin Abi Thalib.(2)
Abu Bakar Bin Husain Bin Ali Bin Abi Thalib.(3)
Abu Bakar Bin Abdullah Bin Ja`far Bin Abu Thalib.(4)
Abu Bakar juga adalah salah satu Nama Kunyah (Panggilan), Ali Bin Musa Al Kadzim.(5)
Ahlul Bait yang bernama Umar :
Umar Al Athraf Bin Ali Bin Abi Thalib. (6)
Umar Bin Muhammad bin Umar Al Athraf Bin Ali Bin Abi Thalib.(7)
Umar Bin Hasan Bin Ali Bin Abi Thalib. (8)
Umar Bin Husain Bin Ali Bin Abi Thalib.
Umar Bin Ali Zainal Abidin Bin Husain Bin Ali Bin Abi Thalib.  (9)
Umar Bin Ali Ashghor bin Umar Bin Ali Zainal Abidin Bin Husain Bin Ali Bin Abi Thalib. (10)
Umar Bin Hasan Al Aqthos Bin Ali Ashghor Bin Ali Zainal Abidin Bin Husain Bin Ali Bin Abi Thalib. (11)
Umar Bin Husain Bin Zaid Bin Ali Zainal Abidin Bin Husain Bin Ali Bin Abi Thalib.
Umar Bin Yahya Bin Husain Bin Zaid Bin Husain Bin Ali Bin Abi Thalib.(12)
Umar Bin Musa Al Kadzim Bin Ja`far Ashadiq.
Ahlul Bait Yang bernama Utsman :
Utsman Bin Ali Bin Abi Thalib .(13)
Utsman Bin Aqil Bin Abi Thalib. (14)
Ahlul Bait yang bernama Aisyah :
Aisyah Binti Musa Al Kadzim Bin Ja`far Ashadiq. (15)
Aisyah Binti Ja`far Bin Musa Al Kadzim Bin Ja`far Ashadiq. (16)
Aisyah Binti Ali Ridha Bin Musa AL Kadzim. (17)
Aisyah Binti Ali Al Hadi Bin Muhammad Al Jawad Bin Ali Ridha. (18)
Ahlul Bait yang bernama Thalhah:
Thalhah Bin Hasan Bin Ali Bin Abi Thalib. (19)
Penamaan keturunan Ahlul Bait dengan Nama-nama ini tentu bukan tanpa dasar dan tanpa makna. Hal ini adalah bukti keharmonisan yang terjadi antara Ahlul Bait dan para sahabat Nabi. Adalah hal yang biasa seorang menamakan keturunannya dengan tokoh yang mereka kagumi atau cintai. Jika Ahlul Bait memusuhi para sahabat, maka tidak mungkin mereka menamakan anak-anak mereka dengan nama musuh-musuhnya sebagaimana kita lihat kaum Syiah sekarang yang sangat jarang menamai putra-putrinya dengan nama sahabat di atas.
Mungkin sebagian kaum Syiah akan berusaha menyangkal hal ini dan berkata bahwa nama Abu Bakar, Utsman dan Umar adalah nama umum. Dengan demikian maka tidak bisa langsung direpresentasikan sebagai Abu Bakar Ashidiq, Umar Bin Khatab atau Utsman Bin Affan.
Untuk menjawab hal ini perhatikanlah kisah berikut :
عَنْ أَبِي سَعِيْد قَالَ مَرَرْتُ بِغُلاَمٍ لَهُ ذُؤَابَةٌ وَجَمَّةٌ إِلَى جَنْبِ عَلِي بِنْ أَبِي طَالِب فَقُلْتُ مَا هَذَا الصَّبِيُّ إِلَى جَانِبِكَ قَالَ هَذَا عُثْمَانُ بِنْ عَلِي سَمَّيْتُهُ بِعُثْمَانَ بِنْ عَفَّانَ وَقَدْ سَمَّيْتُهُ بِعُمَرَ بِنْ الخَطَّاب وَسَمَّيْتُ بِعَبَّاسْ عَمِّ النَّبِي ( صلى الله عليه وسلم ) وَسَمَّيْتُ بِخَيْرِ اْلبَرِيَّةِ مُحَمَّد ( صلى الله عليه وسلم ) فَأَمَّا حَسَنُ وَحُسَيْنُ وَمُحَسِّنُ فَإِنَّمَا سَمَّاهُمْ رَسُوْلُ اللهِ
Dari Abu Said, beliau berkata “ Aku melewati seorang anak kecil yang rambutnya diikat sampai pundak berada di samping Ali bin Abi Thalib. Aku bertanya, “Siapa anak yang ada di sampingmu ?”Dia (Ali bin Abi Thalib) menjawab, “Ini adalah Utsman, aku menamainya (sama) dengan nama Utsman bin Affan, dan aku juga menamai (anak yang lain) dengan Umar bin Khathab, aku menamai (anak yang lain) dengan Abbas paman Nabi saw, dan aku juga menamai (anak yang lain) dengan nama makhluk terbaik Muhammad saw..” (20)
Jika hal ini masih belum cukup untuk meyakinkan kita mengenai cinta-kasih yang ada di antara mereka, ada bukti lain yang sangat jelas dan tak dapat lagi dibantah, yaitu hubungan pernikahan antara Ahlul Bait dan keturunan para sahabat. Sekarang marilah kita simak hubungan perbesanan antara Rasulullah, ahlul baitnya dan para sahabat :
Pernikahan Rasulullah:
Rasulullah menikahi Aisyah putri Abu Bakar dan juga Hafshah Putri Umar(21). Keduanya termasuk putri-putri yang mulia. Sebagian kaum Syiah sering menuduh yang bukan-bukan kepada keduanya. Tetapi cukuplah ayat ini sebagai bukti kekeliruan mereka  :

24_3

“Laki-laki yang berzina tidak mengawini melainkan perempuan yang berzina atau perempuan yang musyrik. Dan perempuan yang berzina tidak dikawini melainkan oleh laki-laki yang berzina atau laki-laki musyrik, dan yang demikian itu diharamkan atas orang-orang yang mukmin.” (QS An Nur : 3)
Menuduh yang tidak-tidak terhadap salah satu dari keduanya sama dengan tuduhan serius kepada kesucian Rasulullah. Sebagian ulama Syiah mempertanyakan nasab Umar dengan hal-hal yang tidak bertanggung-jawab(22). Mereka tidak sadar bahwa tuduhan ini sama dengan menuduh Rasulullah menikah dengan wanita yang keturunannya tidak jelas. Ada pula yang menyamakan Aisyah dan Hafshah dengan istri Nabi Luth yang kafir(23). Mereka lupa bahwa Allah telah berfirman pada Nabi Muhammad :

2_221

“Dan janganlah kamu menikahi wanita-wanita musyrik sebelum mereka beriman. Sesungguhnya wanita budak yang mukmin lebih baik dari wanita musyrik, walau pun dia menarik hatimu.” (Al Baqarah : 221)
Apakah Rasulullah melanggar perintah Allah dengan menikahi keduanya ?
Pernikahan Putri-Putri Rasulullah:
Rasulullah menikahkan dua putrinya Ruqoyah dan Ummu Kultsum dengan Utsman bin Affan(24), sehingga Utsman diberi julukan Dzu Nur`aini (pemilik dua cahaya). Dan Rasulullah menikahkan Fatimah kepada Ali bin Abi Thalib(25).
Mereka yang menuduh Utsman atau Ali sebagai orang-orang fasiq pada dasarnya menuduh Rasulullah memutus tali silaturahmi dengan putri-putrinya. Menikahkan putri dengan orang fasiq bukanlah sikap yang patut bagi seorang lelaki muslim biasa, apalagi bagi seorang panutan kaum muslimin.
Dalam kitab Syiah Al Kafi disebutkan bahwa ketika Al Husain bin Basyar bertanya kepada Imam Abu Ja`far mengenai nikah, Al Imam Abu Ja`far menulis padanya  :
مَنْ خَطَبَ إِلَيْكُمْ فَرَضِيْتُمْ دِيْنَهُ وَأَمَانَتَهُ فَزَوِّجُوْهُ (إِلَّا تَفْعَلُوْهُ تَكُنْ فِتْنَةٌ فِي اْلأَرْضِ وَفَسَادٌ كَبِيْرٌ).
“Siapa saja yang datang untuk mengkhitbah (melamar) pada kalian dan kalian meridhai agamanya serta kejujurannya maka nikahkanlah. Jika tidak maka akan datang fitnah di bumi dan kerusakan yang besar.” (Al Kafi)(26)
Pernikahan yang dilakukan Rasulullah dan putri-putrinya merupakan bukti eratnya hubungan cinta dan kekerabatan antara Rasulullah dan sahabatnya, khususnya khalifah yang empat yaitu Abu Bakar, Umar , Utsman dan Ali. Hubungan baik itu tidak terputus sampai disini. Banyak dari keturunan mereka yang mengikuti jejak leluhurnya melalui hubungan pernikahan antara anak-cucu mereka.
Berikut sebagian dari hubungan pernikahan antara Ahlul Bait dan keturunan sahabat yang tercatat dalam sejarah :
Hubungan Pernikahan Antara Ahlul Bait Dengan Sahabat Abu Bakar dan Keturunannya:
1.    Aisyah putri Abu Bakar menikah dengan Rasulullah SAW.
2.    Hafshah putri Abdurrahman Bin Abu Bakar menikah dengan Hasan Bin Ali Bin Abi Thalib. (27)
3.    Ummu Hakim putri Al Qasim Bin Muhammad Bin Abu Bakar menikah dengan Ishaq Bin Abdullah Bin Ja`far Bin Abi Thalib. (28)
4.    Ummu Farwah putri Al Qosim Bin Muhammad Bin Abu Bakar menikah dengan Muhammad Al Baqir Bin Ali bin Husain Bin Ali Bin Abi Thalib. (29)
5.    Ummu Salamah putri Muhammad Bin Thalhah Bin Abdullah Bin Abdurrahman Bin Abu Bakar menikah dengan Musa Bin Abdullah Bin Hasan Al Mutsanna Bin Hasan Bin Ali Bin Abi Thalib. (30)
6.    Kaltsam putri Ismail Bin Abdurrahman Bin Al Qasim Bin Muhammad Bin Abi Bakar menikah dengan Ishaq Bin Abdullah Bin Ali Bin Husain Bin Ali Bin Abi Thalib.(31)
Hubungan Pernikahan Antara Ahlul Bait Dengan Sahabat Umar dan Keturunannya:
1.    Hafshah putri Umar Bin Khathab menikah dengan Rasulullah saw.
2.    Ummu Kultsum putri Ali menikah dengan Umar Bin Khathab.(32)
Pernikahan antara Ummu Kultsum dan Umar membuktikan adanya hubungan yang baik antara Ali dan Umar. Adalah tidak mungkin Ali memberikan putri Fatimah kepada musuh Allah. Tentu beliau akan memberikannya kepada orang shaleh dari keturunan baik-baik, sebab putri merupakan amanah Allah dan memberikannya kepada orang fasik adalah sama dengan memutus tali silaturahmi dengan putrinya.
Karena tidak rela dengan kejadian ini, sebagian orang Syiah mengemukakan alasan yang menggelikan. Mereka mengatakan bahwa Ummi Kultsum yang diberikan kepada Umar adalah Jin yang menyamar(33). Sudah barang tentu tak perlu kita dengarkan alasan mereka yang kehabisan hujjah sehingga melontarkan tuduhan menggelikan ini.
Ada juga yang berkata bahwa itu merupakan bentuk taqiyah(34). Lalu kemanakah keberanian Ali yang terkenal itu? Bagaimana mungkin dia merelakan putrinya dinikahi seorang fasik hanya untuk menyelamatkan dirinya dan keluarganya?
3.    Juwairiyah putri Khalid Bin Abu bakar Bin Abdullah Bin Umar menikah dengan Hasan Bin Ali Bin Ali Bin Husain Bin Ali Bin Abi Thalib. (35)
4.    Ummu Hakim Putri Muhammad Bin `Ashim Bin Umar Bin Khathab menikah dengan Yahya Bin Husain Bin Ali Bin Husain Bin Ali Bin Abi Thalib. (36)
5.    Aminah putri Abdul Aziz Bin Abdullah Bin Abdullah bin Umar Bin Khathab menikah dengan Abdullah Bin Muhammad Bin Ali Bin Abdullah Bin Ja`far Bin Abi Thalib.(37)
Hubungan Pernikahan Antara Ahlul Bait Dengan Sahabat Utsman dan Keturunannya
1.    Utsman Menikah dengan Ruqoyah dan Ummu Kultsum, keduanya adalah putri Nabi.
2.    Abban Bin Utsman menikah dengan Ummu Kultsum putri Abdullah Bin Ja`far Bin Abi Thalib.(38)
3.    Marwan Bin Abban Bin Utsman menikah dengan Ummu Qosim putri Hasan bin Hasan bin Ali bin Abi Thalib. (39)
4.    Zaid Bin Amr Bin Utsman menikah dengan Sukainah Putri Husain Bin Ali Bin Abi Thalib. (40)
5.    Abdullah Bin Amr Bin Utsman menikah dengan Fatimah putri Husain Bin Ali Bin Abi Thalib. (41)
6.    Ruqoyyah putri Muhammad Bin Abdullah Bin Amr Bin Utsman menikah dengan Ibrohim Bin Abdullah Bin Hasan Bin Hasan Bin Ali Bin Abi Thalib.(42)
7.    Aisyah putri Umar Bin `Ashim Bin Umar Bin Utsman menikah dengan Ishaq Bin Abdullah Bin Ali Bin Husain Bin Ali Bin Abi Thalib.(43)

Sebagian Pernikahan Antara Ahlul Bait Dan keturunan Sahabat Zubair Bin Awwam
1.    Abdullah Bin Zubair Bin Awwam menikah dengan Ummu Hasan Putri Hasan Bin Ali Bin Abu Thalib. (44)
2.    Amr Bin Zubair Bin Awwam Menikah dengan Ruqoyah putri Hasan Bin Ali Bin Abi Thalib.
3.    Ummu Khalid putri Hamzah Bin Mus`ab Bin Zubair Menikah dengan Husain Bin Ali Bin Husain Bin Ali Bin Abi Thalib. (45)
4.    Mush`ab Bin Zubair Bin Awwam menikah dengan Sukainah putri Husain Bin Ali Bin Abi Thalib. (46)
5.    Ubaidah Putri Zubair Bin Hisyam Bin Urwah Bin Zubair Bin Awwam menikah dengan Musa Bin Umar Bin Ali Bin Husain Bin Ali Bin Abi Thalib. (47)
6.    Ummu Amr Putri Amr Bin Zubair bin Amr Bin Amr Bin Zubair Bin Awwam menikah dengan Abdullah bin Husain Bin Ali Bin Husain Bin Ali Bin Abi Thalib. (48)
7.    Fatimah Putri Urwah Bin Hisyam Bin Urwah Bin Zubair menikah dengan Ja`far Bin Umar Bin Ali Bin Husain Bin Ali Bin Abi Thalib. (49)
8.    Barikah Putri Ubaidillah Bin Muhammad Bin Mundzir Bin Zubair Bin Awwam menikah dengan Ibrahim bin Husain Bin Ali Bin Husain Bin Ali Bin Abi Thalib. (50)
Sebagian Pernikahan Antara Ahlul Bait Dan keturunan Sahabat Thalhah Bin Ubaidillah:
1.    Ummu Ishaq Putri Thalhah bin Ubaidillah menikah dengan Hasan Bin Ali Bin Abi Thalib. Setelah Hasan wafat menikah dengan Husain Bin Ali Bin Abi Thalib. (51)
2.    Nuh Bin Ibrahim Bin Muhammad bin Thalhah Bin Ubaidillah menikah dengan Abidah putri Ali Bin Husain Bin Ali Bin Abi Thalib.(52)
Demikianlah sebagian dari hubungan pernikahan yang terjadi di antara Ahlul Bait dan keturunan sahabat. Dalam Al-Qur`an Allah SWT berfirman :
30_21

Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya diantaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir. ( QS Ar Rum : 21).
Tujuan pernikahan adalah untuk memupuk kasih sayang. Rasulullah telah mencontohkan hal itu dengan menikahi putri sebagian dari sahabat-sahabat yang dicintainya dan menikahkan putrinya dengan sahabat yang beliau cintai. Para Ahlul Bait mengikuti jejak Rasulullah dengan menikahkan putra-putrinya kepada keturunan orang-orang yang mereka cintai.
Tidaklah mungkin mereka menikahkan putra-putri mereka tanpa alasan yang jelas, atau mengorbankan putra-putri mereka dengan alasan taqiyah. Ini hanya khayalan orang yang tak dapat menerima kenyataan sejarah dengan mata terbuka dan berusaha untuk mereka-reka. Perhatikanlah bagaimana Al Imam Ja`far As Shadiq menunjukkan dengan tegas siapa kakeknya ketika beliau berkata  :
وَلَدَنِي أَبُوْ بَكْرٍ الصِّدِّيْق مَرَّتَيْنِ
“Aku dilahirkan Abu Bakar dua kali.”
Hal ini karena ibu beliau bernama Ummu Farwah putri Qosim Bin Muhammad Bin Abu Bakar, dan ibu dari ibu beliau bernama Asma` putri Abdurrahman Bin Abu Bakar. (53)
Setelah melihat semua fakta ini, masihkah kita menganggap ada permusuhan di antara mereka ?
Referensi
(1)مقاتل الطالبيين (ص: 23)

[CATATAN KAKI]

Leave a comment!

Add your comment below, or trackback from your own site. You can also Comments Feed via RSS.

Be nice. Keep it clean. Stay on topic. No spam.

You can use these tags:

<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong> 

This is a Gravatar-enabled weblog. To get your own globally-recognized-avatar, please register at Gravatar.