Headline »

December 13, 2017 – 2:00 am | Edit Post

Share this on WhatsApp
Di antara umat beliau SAW, ada yang susah-payah mendatangi telaga dalam keadaan kehausan, namun ketika mendekat, ia dihalau dari telaga dan tidak diizinkan untuk meminum setetes pun darinya. Merekalah orang-orang yang merugi.
Imam …

Read the full story »
Artikel

Tulisan-tulisan bermuatan ilmu dan wacana yang bakal memperluas cakrawala pengetahuan.

Kalam Salaf

Pitutur dan nasehat ulama salaf yang senantiasa melipur kegundahan dan menyegarkan kedahagaan rohani.

Konsultasi Umum

Konsultasi bersama Habib Taufik bin Abdulkadir Assegaf untuk memecah problematika di tengah keluarga dan masyarakat.

Majelis Ifta'

Tanya jawab permasalahan fikih dan lainnya yang dipandu LBM (Lajnah Buhuts wal Muraja'ah) Sunniyah Salafiyah.

Program Streaming

Sajian beragam program menarik bernuansa islami yang bisa menyirami hati anda di tengah aktivitas

Home » Konsultasi Umum

Nahi Munkar Dalam Keluarga

Submitted by on September 4, 2009 – 12:06 am

nahiiiAsalamu’alaikum Wr Wb

1. Adakah kewajiban seorang muslim mengingatkan muslim yang lain akan perintah Allah SWT & Sunah Rosulullah SAW (karena aku nikah dengan keluarga muslim yang jauh dengan islam)

2. kalau memang ada, berdosakah kalau saya tidak memperingatkan (selama ini saya hanya berdo’a karena tidak sanggup untuk menyampaikannya)

3. minta do’a agar saya dan keluarga dapat hidayah Allah SWT

terima kasih atas jawabannya

wa’alaikum salam Wr Wb

zaka@bukopin.co.idzacka07@yahoo.com

FORSAN SALAF menjawab :

Nahi mungkar wajib dilakukan oleh siapa saja yang melihatnya, lebih-lebih bila kemungkaran itu terjadi di lingkungan keluarga kita sendiri. Sabda Nabi Saw.

مَنْ رَأَى مِنْكُمْ مُنْكَرًا فَلْيُغَيِّرْهُ بِيَدِهِ فَإِنْ لَمْ يَسْتَطِعْ فَبِلِسَانِهِ فَإِنْ لَمْ يَسْتَطِعْ فَبِقَلْبِهِ وَذَلِكَ أَضْعَفُ الْإِيمَانِ (رواه مسلم)

“Barang siapa di antara kamu yang melihat kemungkaran, maka hendaklah ia merubah (mengingkari) dengan tangannya, jika tidak mampu hendaklah ia merubah (mengingkari) dengan lisannya, jika tidak mampu hendaklah ia merubah dengan hatinya, dan itulah keimanan yang paling lemah.” (HR. Muslim no. 49)

Namun demikian hendaknya dalam melakukan nahi mungkar Anda memakai etika dan cara-cara yang bijak. Firman Allah

اُدْعُ إِلَى سَبِيْلِ رَبِّكَ بِالْحِكْمَةِ وَالْمَوْعِظَةِ الْحَسَنَةِ

“Serulah kepada jalan tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yg baik”

Pertama mungkin Anda bisa mulai dengan menasehatinya baik-baik. bila tidak memungkinkan Anda bisa memberinya buku-buku islami atau kaset-kaset ceramah. Bisa juga Anda minta bantuan orang yang disegani untuk menasehatinya. Bahkan kalau memang dipandang perlu Anda bisa menggunakan surat kaleng.

Jika semua solusi tadi tidak juga berhasil, minimal yang harus Anda lakukan adalah nahi mungkar dengan hati. Yaitu membenci perbuatannya dan tidak bergaul dengannya. Tapi jangan lupa untuk selalu mendoakannya.

Alhasil, harus ada upaya dari diri kita untuk menghilangkan kemungkaran tersebut. Selanjutnya Allah-lah yang akan memberi mereka hidayah. Mudah-mudahan Allah senantiasa memberikan hidanyah-Nya kepada Anda sekeluarga.

Leave a comment!

Add your comment below, or trackback from your own site. You can also Comments Feed via RSS.

Be nice. Keep it clean. Stay on topic. No spam.

You can use these tags:

<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong> 

This is a Gravatar-enabled weblog. To get your own globally-recognized-avatar, please register at Gravatar.