Headline »

June 29, 2017 – 5:55 am | Edit Post

Share this on WhatsApp
Pertanyaan::
saya pernah membaca sebuah buku kecil. disitu di sebutkan bahwa Allah menciptakan sumber air di bumi yg bernama “ainul hayat “. Barang siapa yang meminumnya seteguk,maka ia tidak akan mati sampai hari …

Read the full story »
Artikel

Tulisan-tulisan bermuatan ilmu dan wacana yang bakal memperluas cakrawala pengetahuan.

Kalam Salaf

Pitutur dan nasehat ulama salaf yang senantiasa melipur kegundahan dan menyegarkan kedahagaan rohani.

Konsultasi Umum

Konsultasi bersama Habib Taufik bin Abdulkadir Assegaf untuk memecah problematika di tengah keluarga dan masyarakat.

Majelis Ifta'

Tanya jawab permasalahan fikih dan lainnya yang dipandu LBM (Lajnah Buhuts wal Muraja'ah) Sunniyah Salafiyah.

Program Streaming

Sajian beragam program menarik bernuansa islami yang bisa menyirami hati anda di tengah aktivitas

Home » Majelis Ifta'

Pengertian Urfan, Syar’an dan Istilahan

Submitted by on July 21, 2009 – 11:13 am 2 Comments

kitab7abdul kadir assegaff<kadir.segaff@gmail.com

Assalamualaikum

Tim Forsan yg terhormat, ana mo tanya nih pertanyaannya simple kok:

Dlm Istilah fiqh kan ada istilah ‘Urfan, Syar’an, Istilahan. Nah apa perbedaan dari ketiga hal tsb dan apa pengertian dari ketiga hal di atas, dan apa penggunaan khusus dari tiga hal di atas?

FORSAN SALAF menjawab :Waalaikum salam Wr. Wb.

‘URFAN  adalah apa yang telah menjadi kebiasaan manusia baik berupa pekerjaan yang umum atau lafad yang kemutlakannya dikenal memiliki makna khusus. Misalnya kata “daging” diartikan oleh masyarakat sebagai daging binatang ternak bukanlah daging ikan laut. [1]

‘Urf digunakan ketika pengertian dari syari’at dan bahasa tidak ditemukan. Misalnya dalam menentukan paling sedikitnya darah haid, karena tidak ada ketentuan khusus dari syari’at atau dari bahasa, maka digunakanlah ‘urf (kebiasaan) yang terjadi pada para wanita di daerah tersebut.

SYAR’AN adalah apa yang pengertiannya didapatkan langsung dari syari’at sebagaimana pengertian sholat sebagai suatu ritual ibadah yang terdiri dari bacaan dan gerakan tertentu. Diawali dengan takbir dan diakhiri dengan salam.

ISTILAHAN adalah kesepakatan kelompok tertentu seperti para ahli fikh atau ahli bahasa dalam mencetuskan suatu rumusan khusus (qaidah) yang berkaitan dengan bidang ilmu masing-masing, sehingga mereka bisa menggunakan rumusan tersebut dalam mengungkapkan suatu permasalahan. Istilah itu digunakan ketika tidak ditemukan pengertian dalam syari’at.

Oleh karena itu, kita memahami istilah dalam bermacam-macam bidang seperti istilah ahli fikih, istilah ahli bahasa dan lain-lainnya. [2]

Referensi :

  1. Al-Ghuror Al-Bahiyyah/53
  2. Al-Asybah Wa An-Nadho’ir/ 63
  3. At-Ta’rifat / 26
  4. Hasyiah Al-Jamal / I/ 81

[1] الغرر البهية / 53

والعادة والعرف مترادفان وهي ما اعتاده الناس وساروا عليه من كل فعل شاع بينهم او لفظ تعارفوا اطلاقه على معنى خاص، وهذا يشمل العرف العملي مثل تعارفهم اكل الأرز، والعرف القولي مثل تعارف الناس اطلاق الولد على الذكر دون الأنثى وعدم اطلاق لفظ اللحم على السمك.

الأشباه والنظائر / 63

(قوله: والعرف) العرف ما كان مقررا بالعقول وتلقنه الطباع السليمة يالقبول.

.التعريفات ص :26

الاصطلاح : عبارة عن ايفاق قوم عن تسمية الشئ باسم ما ينقل عن موضه الاول .

الاصطلاح : إخراج الفظ من معنى لغوى إلى اخر لمناسبة بينهما . وقيل الاصطلاح اتفاق طائفة على وضع

التعريفات ص : 188

اللغة : ما يعبر بها كل قوم عن إغراضهم. الشرع :فى اللغة : عبارةعن البيان والاظهار. يقال : شرع الله كذا إى جعله طريقة ومذهبا ومنه المشرعة.

[2] حاشية الجمل – (ج 1 / ص 81)

( قَوْلُهُ وَاصْطِلَاحًا ) أَيْضًا أَيْ فِي اصْطِلَاحِ الْفُقَهَاءِ أَيْ فِي عُرْفِهِمْ وَالِاصْطِلَاحُ اتِّفَاقُ طَائِفَةٍ عَلَى أَمْرٍ مَعْهُودٍ بَيْنَهُمْ مَتَى أُطْلِقَ انْصَرَفَ إلَيْهِ ا هـ قَلْيُوبِيٌّ عَلَى الْغَزِّيِّ وَعَبَّرَ الشَّارِحُ فِي الْكِتَابِ عَنْ الْمَعْنَى الْمُقَابِلِ لِلُّغَوِيِّ بِقَوْلِهِ وَاصْطِلَاحًا وَفِي الطَّهَارَةِ بِقَوْلِهِ وَشَرْعًا بُنَاءً عَلَى مَا هُوَ الْمَعْرُوفُ مِنْ أَنَّ الْحَقِيقَةَ الشَّرْعِيَّةَ هِيَ مَا تُلَقَّى مَعْنَاهَا مِنْ الشَّارِعِ وَإِنْ مَا لَمْ يُتَلَقَّ مِنْ الشَّارِعِ يُسَمَّى اصْطِلَاحًا وَإِنْ كَانَ فِي عِبَارَةِ الْفُقَهَاءِ بِأَنْ اصْطَلَحُوا عَلَى اسْتِعْمَالِهِ فِي مَعْنًى فِيمَا بَيْنَهُمْ وَلَمْ يَتَلَقَّوْا التَّسْمِيَةَ بِهِ مِنْ كَلَامِ الشَّارِعِ نَعَمْ قَدْ يَسْتَعْمِلُونَ الْحَقِيقَةَ الشَّرْعِيَّةَ كَمَا قَالَهُ سم فِي حَاشِيَتِهِ عَلَى الْبَهْجَةِ فِي بَابِ الزَّكَاةِ فِيمَا وَقَعَ فِي كَلَامِ الْفُقَهَاءِ مُطْلَقًا ا هـ ع ش .

Tags: , ,

2 Comments »

Leave a comment!

Add your comment below, or trackback from your own site. You can also Comments Feed via RSS.

Be nice. Keep it clean. Stay on topic. No spam.

You can use these tags:

<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong> 

This is a Gravatar-enabled weblog. To get your own globally-recognized-avatar, please register at Gravatar.