Headline »

October 17, 2017 – 1:05 am | Edit Post

Share this on WhatsApp
Oleh: Sayyid Husein Ali Assegaf*
Pertanyaan seperti itu akhir-akhir ini sering muncul bahkan dari mereka yang mungkin tidak mengerti apa yg dinamakan ” dalil ”
Memang betul , bahwa seseorang berhak menanyakan dalil atau …

Read the full story »
Artikel

Tulisan-tulisan bermuatan ilmu dan wacana yang bakal memperluas cakrawala pengetahuan.

Kalam Salaf

Pitutur dan nasehat ulama salaf yang senantiasa melipur kegundahan dan menyegarkan kedahagaan rohani.

Konsultasi Umum

Konsultasi bersama Habib Taufik bin Abdulkadir Assegaf untuk memecah problematika di tengah keluarga dan masyarakat.

Majelis Ifta'

Tanya jawab permasalahan fikih dan lainnya yang dipandu LBM (Lajnah Buhuts wal Muraja'ah) Sunniyah Salafiyah.

Program Streaming

Sajian beragam program menarik bernuansa islami yang bisa menyirami hati anda di tengah aktivitas

Home » Majelis Ifta'

Suami Murtad, Bagaimana Pernikahannya?

Submitted by on July 19, 2009 – 3:15 pm 8 Comments

مرتدDari : Moch. Taufik
Ass.Wr.Wb.
Bib, ana punya masalah kakak Ane/perempuan menikah dengan pria lain agama yang ahli kitab. Dimana saat ijab memeluk Islam tapi setelah 4 tahun dia tidak memeluk Islam lagi padahal sekarang sudah punya 2 anak.
Bagaimana solusinya dan hukumnya secara Islam.
Atas balasannya disampaikan terima kasih

FORSAN SALAF menjawab :

Waalaikum salam Wr. Wb.

Ketika salah satu dari suami-istri murtad (keluar dari islam) seperti kembali ke agama sebelum menikah, maka : Jika telah melakukan hubungan suami istri seperti yang terjadi pada kakak saudara, maka ditunggu bila sampai selesai masa iddah (tiga kali suci dari haid) tidak kembali masuk islam maka pernikahannya faskh atau batal, akan tetapi bila kembali masuk islam sebelum habisnya masa iddah, maka penikahannya tetap sah (tidak perlu diulangi)

    Di dalam masa iddah, si istri wajib memisahkan diri dari suami untuk menghindari hubungan suami-istri diantara keduanya, karena hal itu haram hukumnya.

    • Jika belum pernah melakukan persetubuhan, maka seketika itu pernikahannya faskh atau batal.

    مغني المحتاج إلى معرفة ألفاظ المنهاج  – (ج 12 / ص 301)

    ( ولا تحل مرتدة لأحد ) لا لمسلم ؛ لأنها كافرة لا تقر ولا لكافر أصلي لبقاء علقة الإسلام ولا لمرتد ؛ لأن القصد من النكاح الدوام ، والمرتد لا دوام له ( ولو ارتد زوجان ) معا ( أو أحدهما قبل دخول ) حيث لا عدة باستدخال مني الزوج المحترم ( تنجزت الفرقة ) بينهما لعدم تأكده بالدخول أو ما في معناه ، وحكى الماوردي فيه الإجماع ( أو بعده ) أي الدخول أو ما في معناه بما ذكر ( وإلا ) بأن لم يجمعهما ( فالفرقة ) بينهما تتبين ( من ) حين ( الردة ) منهما أو من أحدهما . معناه ( وقفت ) تلك الفرقة ، وحينئذ ( فإن جمعهما الإسلام في العدة دام النكاح ) بينهما لتأكده لأنه اختلاف دين بعد المسيس ، فلا يوجب الفسخ في الحال كإسلام أحد الزوجين الكافرين الأصليين ( ويحرم الوطء في ) مدة ( التوقف ) لاحتمال انقضاء المدة قبل اجتماعهما في الإسلام فيتبين انفساخ النكاح من وقت الردة ، وحصول الوطء في البينونة ( و ) لكن لو وطئ ( لا حد ) عليه للشبهة وهي بقاء أحكام النكاح وتجب العدة منه ، وهما عدتان من شخص واحد كما لو طلق زوجته رجعيا ووطئها في العدة ولها مهر مثل ، فإن جمعهما الإسلام في العدة فالنص هنا السقوط ، وفي الرجعية إذا وطئها ثم راجعها لم تسقط ، والفرق أن شعث الردة زال بالإسلام ، ورجع النكاح إلى ما كان عليه بخلاف الرجعة لنقصان عدد الطلاق . تتمة : إذا طلقها في زمن التوقف أو ظاهر منها أو آلى ، فإن جمعهما الإسلام قبل انقضائها تبينا صحتها

    8 Comments »

    • Abdul Wahid Al Habsy says:

      bib, ana mau tanya.. di kitab almajmu sarhul muhadzab, ada kriteria tentang kafir ahlul kitab, yaitu harus yang berketurunan agama tersebut misalnya keturunan yahudi atau keturunan nasrani asli (bukan setelah perjanjian baru) apa menurut anda?

      terimakasi, wass..

    • forsan salaf says:

      @ abdul wahid alhabsy, Orang-orang kafir yang dinyatakan sebagai ahlu kitab adalah orang yang masih memegang teguh ajaran dari Nabi Isa alaihissalam yang masih murni. Oleh karena itu, orang kafir dari yahudi dan nashrani sekarang tidak bisa dikategorikan sebagai ahlu kitab dikarenakan terjadinya tahrif/perubahan pada kitab suci mereka yang direkayasa sendiri oleh orang setelah Nabi Musa dan Isa. Mereka dikategorikan sebagai orang musyrik.

    • aaaa says:

      Jika sebelumnya suami istri kafir kemudian keduanya masuk islam apakah pernikahannya jg batal???

    • forsan salaf says:

      @ aaaa, Pernikahan yang dilakukan ketika masih kafir, jika dinyatakan sah menurut keyakinannya dan tidak ada perkara yang merusak hingga dalam keadaan islam seperti istrinya bukan mahromnya, maka tetap sah dan tidak perlu untuk mengulangi akad nikah lagi dengan syarat keduanya masuk islam bersamaan atau tidak bersamaan akan tetapi masih dalam waktu iddah istri (3 kali suci). Namun jika masuk islamnya setelah habisnya masa iddah istri, maka pernikahannya batal dan harus dipisahkan di antara keduanya hingga melakukan akad nikah kembali dalam keadaan keduanya islam.

    • Sadiq muhammad says:

      Alhamdulillah, terimakasih pencerahannya ustadz

    • Sodiq assegaf says:

      Bagaimana jika murtadnya tidak diketahui sang istri ustad???

    Leave a comment!

    Add your comment below, or trackback from your own site. You can also Comments Feed via RSS.

    Be nice. Keep it clean. Stay on topic. No spam.

    You can use these tags:

    <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong> 

    This is a Gravatar-enabled weblog. To get your own globally-recognized-avatar, please register at Gravatar.