Headline »

June 24, 2017 – 5:13 am | Edit Post

Share this on WhatsApp
KHUTBAH PERTAMA
السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
9x الله اكبر
 لَااِلَهَ اِلَّااللهُ وَاللهُ اَكْبَرْ، اَللهُ اَكْبَرْ وَلِلَّهِ الْحَمْدُ، اَللهُ اَكْبَرْ كَبِيْرًا وَالْحَمْدُ لِلَّهِ كَثِيْرًا وَسُبْحَانَ اللهِ بُكْرَةً وَاَصِيْلًا. لَااِلَهَ اِلَّااللهُ وَحْدَهُ صَدَقَ وَعْدَهُ وَنَصَرَ عَبْدَهُ …

Read the full story »
Artikel

Tulisan-tulisan bermuatan ilmu dan wacana yang bakal memperluas cakrawala pengetahuan.

Kalam Salaf

Pitutur dan nasehat ulama salaf yang senantiasa melipur kegundahan dan menyegarkan kedahagaan rohani.

Konsultasi Umum

Konsultasi bersama Habib Taufik bin Abdulkadir Assegaf untuk memecah problematika di tengah keluarga dan masyarakat.

Majelis Ifta'

Tanya jawab permasalahan fikih dan lainnya yang dipandu LBM (Lajnah Buhuts wal Muraja'ah) Sunniyah Salafiyah.

Program Streaming

Sajian beragam program menarik bernuansa islami yang bisa menyirami hati anda di tengah aktivitas

Home » Artikel

Benarkah Susu Sapi Buruk Bagi Manusia ?

Submitted by on July 12, 2009 – 10:52 am 13 Comments

susu sapi

Beberapa waktu lalu Dahlan Iskan menulis artikel berjudul “ Susu Sapi Bukan Untuk Manusia ” yang disadur dari buku Prof Dr Hiromi Shinya yang berjudul :” The Miracle of Enzyme” (Keajaiban Enzim). Dalam sebagian pernyataannya “Susu sapi adalah makanan/minuman paling buruk untuk manusia. Manusia seharusnya hanya minum susu manusia. Sebagaimana anak sapi yang juga hanya minum susu sapi. Mana ada anak sapi minum susu manusia”.

Kami sangat tidak sependapat dengan tulisan atau pernyataan itu, karena bertentangan dengan ayat Al-Qur’an dan Hadits Nabi SAW. Sebagai seorang muslim kami menolak keras anggapan tersebut. Untuk meluruskan hal ini, berikut kami berikan sanggahan dan bukti-bukti berdasarkan Al-Qur’an dan Hadits Nabi SAW.

Susu adalah makanan sekaligus minuman yang baik

Diriwayatkan oleh Imam Abi Daud dari hadits Ibn Abbas :

قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ أَطْعَمَهُ اللَّهُ طَعَامًا فَلْيَقُلْ اللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِيهِ وَارْزُقْنَا خَيْرًا مِنْهُ وَمَنْ سَقَاهُ اللَّهُ لَبَنًا فَلْيَقُلْ اللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِيهِ وَزِدْنَا مِنْهُ فَإِنِّي لَا أَعْلَمُ مَا يُجْزِئُ مِنْ الطَّعَامِ وَالشَّرَابِ إِلَّا اللَّبَنُ

Rasulullah SAW bersabda : Barangsiapa diberi makanan oleh Allah, maka ucapkanlah “ Ya Allah berilah keberkahan kepada kami di dalam makanan ini, dan berilah kami rizqi yang lebih baik lagi”, dan barangsiapa diberi Allah minuman susu, maka ucapkanlah “Ya Allah berilah keberkahan kepada kami di dalam minuman ini dan tambahilah kami dari susu, karena sesungguhnya aku tidaklah mengetahui apa yang bisa mencukupi dari makan dan minum kecuali susu “

Bisa kita cermati dari hadits di atas bahwa Rasulullah membedakan dalam berdoa ketika mengkonsumsi sesuatu antara makanan dan susu. Dalam makanan Nabi menggunakan konteks “وارزقنا خيرا منه ” (berilah kami rizqi yang lebih baik lagi) tapi ketika berupa susu nabi menggunakan konteks

“وزدنا منه ” (dan tambahilah kami darinya), ini menunjukkan adanya sesuatu kekhususan pada susu yang tidak didapati pada makanan lainnya dengan bukti nabi hanya meminta tambahan kenikmatan susu karena sudah mengetahui dengan keistimewaan yang ada di dalamnya. Berbeda dengan makanan, nabi justru meminta kenikmatan yang lebih baik lagi. Beliau pun menjelaskan kelebihan susu dalam ucapan setelahnya “karena sesungguhnya aku tidaklah mengetahui apa yang bisa mencukupi dari makan dan minum kecuali susu “ .

Di dalam kitab Tuhfatul Akhwadzi syarh sunan At-Tirmidzi juz 8 hal 353 disebutkan bahwa alasan kenapa nabi menggunakan konteks “ وَزِدْنَا مِنْهُ “pada susu, tidak menggunakan “وارزقنا خيرا منه ” karena memang tidak didapatkan makanan yang lebih bagus dari susu dan tidak ada yang bisa menghilangkan rasa lapar dan dahaga sekaligus kecuali susu.

)وَزِدْنَا مِنْهُ( وَلَا يَقُولُ خَيْرًا مِنْهُ لِأَنَّهُ لَيْسَ فِي الْأَطْعِمَةِ خَيْرٌ مِنْهُ) لَيْسَ شَيْءٌ يُجْزِئُ ( بِضَمِّ الْيَاءِ وَكَسْرِ الزَّايِ بَعْدَهَا هَمْزٌ أَيْ يَكْفِي فِي دَفْعِ الْجُوعِ وَالْعَطَشِ مَعًا

Susu, anugerah Allah yang menakjubkan

Jika kita mau meneliti asal usul dari susu, maka sungguh mengagumkan, karena menunjukkan kepada kita begitu besar kekuasaannya Allah SWT. Bagaimana tidak, Allah menciptakan susu yang suci lagi bermanfaat di antara 2 tempat yang najis dan menjijikkan yaitu kotoran di usus besar dan darah, sebagaimana yang termaktub didalam Al-Qur’an surat An-Nahl ; 66 :

} وَإِنَّ لَكُمْ فِي الأنْعَامِ لَعِبْرَةً نُسْقِيكُمْ مِمَّا فِي بُطُونِهِ مِنْ بَيْنِ فَرْثٍ وَدَمٍ لَبَنًا خَالِصًا سَائِغًا لِلشَّارِبِينَ{

“dan sesungguhnya bagi kalian di dalam binatang-binatang ternak ada satu pelajaran. Kami memberi kalian minum dari apa yang ada di perutnya diantara kotoran dan darah (berupa) susu yang bersih yang mudah ditelan bagi orang-orang yang meminumnya “

Ayat tersebut menjelaskan bahwa Allah memberi kita minuman dari dalam perut binatang ternak yang mencakup onta, sapi, dan kambing berupa susu yang suci lagi bermanfaat bagi yang meminumnya (baik untuk anak kecil atau orang dewasa). Berarti tidaklah benar bahwa minum susu itu hanya dikhususkan bagi yang masih kecil atau hanya pada susu ASI bukan dari susu binatang ternak, karena bagaimana mungkin kita akan mencela apa yang diberikan oleh Allah SWT.

Susu, minuman Nabi

Rasulullah SAW begitu sering meminum dan memuji susu. Beberapa hadits di bawah ini menjelaskan tentang hal itu, diantaranya:

1. Di dalam shohih Muslim diriwayatkan hadits dari Maimunah

شرح النووي على مسلم – (ج 4 / ص 113(

و حَدَّثَنِي هَارُونُ بْنُ سَعِيدٍ الْأَيْلِيُّ حَدَّثَنَا ابْنُ وَهْبٍ أَخْبَرَنِي عَمْرٌو عَنْ بُكَيْرِ بْنِ الْأَشَجِّ عَنْ كُرَيْبٍ مَوْلَى ابْنِ عَبَّاسٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا عَنْ مَيْمُونَةَ زَوْجِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّهَا قَالَتْ إِنَّ النَّاسَ شَكُّوا فِي صِيَامِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَوْمَ عَرَفَةَ فَأَرْسَلَتْ إِلَيْهِ مَيْمُونَةُ بِحِلَابِ اللَّبَنِ وَهُوَ وَاقِفٌ فِي الْمَوْقِفِ فَشَرِبَ مِنْهُ وَالنَّاسُ يَنْظُرُونَ إِلَيْهِ

Berkata Maimunah (istri Rasulullah SAW) bahwa “Sesungguhnya manusia (para sahabat) meragukan puasa Nabi SAW di hari Arafah, maka sayyidah Maimunah mengirimkan kepada Nabi susu ketika Nabi wuquf di Arafah, lalu Nabi meminum susu tersebut “

2. Di dalam musnad Imam Ahmad, dirawayatkan hadits Dliror bin Auzar :

المعجم الكبير للطبراني – (ج 7 / ص 344(

حَدَّثَنَا مُعَاذُ بن الْمُثَنَّى، حَدَّثَنَا مُسَدَّدٌ، حَدَّثَنَا حَفْصُ بن غِيَاثٍ، عَنِ الأَعْمَشِ، عَنْ يَعْقُوبَ بن بَحِيرٍ، عَنْ ضِرَارِ بن الأَزْوَرِ، قَالَ: أَتَيْتُ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بناقَةٍ هَدِيَّةٍ، فَقَالَ لِي:”قُمْ فَاحْلُبْهَا”، فَقُمْتُ فَحَلَبْتُهَا، فَلَمَّا ذَهَبْتُ لأُجْهِدَهَا، قَالَ:”دَعْ دَاعِيَ اللَّبَنِ”.

Berkata Dliror bin Auzar “Aku membawa kepada Rasulullah SAW onta hadiah, lalu Nabi berkata kepada “ Berdirilah dan perahlah susunya”, maka akupun memerahnya, ketika aku bersemangat untuk memerah keseluruhannya, Nabi berkata “Tinggalkan sedikit sebagai perangsang keluarnya susu”

3. Dalam sunan At-Tirmidzi

سنن الترمذي – (ج 11 / ص 355(

حَدَّثَنَا أَحْمَدُ بْنُ مَنِيعٍ حَدَّثَنَا إِسْمَعِيلُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ حَدَّثَنَا عَلِيُّ بْنُ زَيْدٍ عَنْ عُمَرَ وَهُوَ ابْنُ أَبِي حَرْمَلَةَ عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ قَالَ دَخَلْتُ مَعَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَا وَخَالِدُ بْنُ الْوَلِيدِ عَلَى مَيْمُونَةَ فَجَاءَتْنَا بِإِنَاءٍ فِيهِ لَبَنٌ فَشَرِبَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَأَنَا عَلَى يَمِينِهِ وَخَالِدٌ عَلَى شِمَالِهِ فَقَالَ لِي الشَّرْبَةُ لَكَ فَإِنْ شِئْتَ آثَرْتَ بِهَا خَالِدًا فَقُلْتُ مَا كُنْتُ أُوثِرُ عَلَى سُؤْرِكَ أَحَدًا ثُمَّ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ أَطْعَمَهُ اللَّهُ الطَّعَامَ فَلْيَقُلْ اللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِيهِ وَأَطْعِمْنَا خَيْرًا مِنْهُ وَمَنْ سَقَاهُ اللَّهُ لَبَنًا فَلْيَقُلْ اللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِيهِ وَزِدْنَا مِنْهُ وَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَيْسَ شَيْءٌ يُجْزِئُ مَكَانَ الطَّعَامِ وَالشَّرَابِ غَيْرُ اللَّبَنِ” قَالَ أَبُو عِيسَى هَذَا حَدِيثٌ حَسَن

Ibn Abbas berkata “ Aku bersama Rasulullah dan Kholid bin Walid masuk ke rumah Maimunah, lalu Maimunah membawakan wadah berisi susu dan Rasul pun meminumnya sedangkan aku berada di sebelah kanan Rasulullah dan Kholid bin Walid di sebelah kirinya, maka Rasul pun berkata hak minum pertama susu ini untukmu (karena berada di sebelah kanan), kalau kau menghendaki aku dahulukan Kholid atas kamu, maka aku pun berkata aku tidak akan mendahulukan siapa pun untuk mendapat sisa minumanmu“

4. Hadits yang diriwayatkan oleh Umi Muabbid tentang mu’jizat Nabi dengan susu :

الآحاد والمثاني لابن أبي عاصم – (ج 9 / ص 464(

حدثنا أحمد بن محمد ، ثنا عبد الرحمن بن محمد بن شعبة ، ثنا حزام بن هشام بن حبيش بن خالد بن خليد بن ربيعة الخزاعي ، ثنا أبي ، عن جده ، عن أخته أم معبد واسمها عاتكة بنت خالد الخزاعية قالت : لما أن هاجر رسول الله صلى الله عليه وسلم من مكة وخرج منها يريد المدينة ومعه أبو بكر الصديق ومولى لأبي بكر يقال له : عامر بن فهيرة وعبد الله بن الأريقط الليثي دليلهم فمروا بنا فدخلوا خيمتي وأنا مختبئة بفناء خيمتي أسقي وأطعم المارين فقال : ألا هل من لحم فبعثت إليهم بشاة ذات لبن فردها وبعثت إليه بعناق جذعة فقبلها وقال : إنما رددنا الشاة لأنها ذات لبن فهل عندك من تمر ؟ فقلت : لا والله ولو كان عندي ما تطلبون ما جاوزتم خيمتي وكانوا مرملين مجهودين فنظر النبي صلى الله عليه وسلم فإذا شاة بالفناء فقال : ما هذه الشاة يا أم معبد ؟ فقلت : شاة خلفها الراعي من الجهد ليس بها لبن ولا لحم قال : تأذنين لنا أن ندنو منها ونحلب ؟ قلت : نعم إن رأيت بها حلابا بأبي أنت وأمي فدعا بها رسول الله صلى الله عليه وسلم فمسح بيده ضرعها وقال : بسم الله ودعا ربه فتفاجت ودرت واجترت وكلفت ثم دعا بالإناء فأتيته بإناء لنا إذا ملأناه يربض الرهط فحلب منها حتى امتلأ وتدفق فسقاني حتى رويت ثم سقى أبا بكر ثم رجلا رجلا ممن معه ثم شرب النبي صلى الله عليه وسلم ثم ارتحل وارتحل أصحابه عنا وبايعه أهل الماء على الإسلام ثم جاء زوجي من الرعي يسوق أعنزا لنا عجافا فقربت إلى زوجي اللبن وأخبرته خبر النبي صلى الله عليه وسلم وأخبرته ببركته

Dalam hadits panjang di atas diceritakan dari Umi Mu’abbid ketika Nabi bersama rombongan termasuk Abu Bakar Assiddiq hijrah dari Makkah ke Madinah sampailah ke perkemahan Ummi Mu’abbid dalam keadaan payah, lalu mereka meminta kepada Ummi Mu’abbid makanan berupa daging, maka didatangkan seekor kambing yang menyusui, maka Nabi-pun menolak dengan alasan menyusui, maka didatangkan lagi seekor onta dan diterima oleh Nabi, ketika Nabi melihat di dalam kemahmya Ummi Mu’abbid, nampaklah seekor kambing, Nabipun berkata “ Kambing apa ini wahai Ummi Mu’abbid?” akupun menjawab “Kambing yang telah ditinggalkan oleh penggembalanya karena tidak mempunyai susu dan daging (kurus dan tidak sehat)” lalu Nabi berkata “Apakah kau mengizinkan jika kami memerah susunya?” maka akupun menjawab “Ya, jika engkau menghendaki ya Rasullullah “ maka Nabi mengambil dan mengusap kantung susu kambing tersebut, seketika itu kambing tersebut mempunyai susu yang berlimpah, dan Nabi-pun memerah susunya dan memberikan kepadaku dan para sahabatnya lalu terakhir beliau yang meminumnya “

5. Hadits isro’ mi’roj Nabi Muhammad SAW:

وَفِي حَدِيث اِبْن عَبَّاس عِنْد أَحْمَد ” فَلَمَّا أَتَى الْمَسْجِد الْأَقْصَى قَامَ يُصَلِّي ، فَلَمَّا اِنْصَرَفَ جِيءَ بِقَدَحَيْنِ فِي أَحَدهمَا لَبَن وَفِي الْآخَر عَسَل ، فَأَخَذَ اللَّبَن ” الْحَدِيث ، وَقَدْ وَقَعَ عِنْد مُسْلِم مِنْ طَرِيق ثَابِت عَنْ أَنَس أَيْضًا أَنَّ إِتْيَانه بِالْآنِيَةِ كَانَ بِبَيْتِ الْمَقْدِسِ قَبْل الْمِعْرَاج وَلَفْظه ” ثُمَّ دَخَلْت الْمَسْجِد فَصَلَّيْت فِيهِ رَكْعَتَيْنِ ثُمَّ خَرَجْت فَجَاءَ جِبْرِيل بِإِنَاءٍ مِنْ خَمْر وَإِنَاء مِنْ لَبَن ، فَأَخَذْت اللَّبَن ، فَقَالَ جِبْرِيل : أَخَذْت الْفِطْرَة . ثُمَّ عَرَجَ إِلَى السَّمَاء “

Dalam hadits Ibn Abbas yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad “ ketika Nabi sampai di Masjid Al-Aqsha, maka Nabi sholat, ketika beranjak dari sholat, Nabi diberi 2 wadah berupa susu dan madu, maka Nabi-pun mengambil susu”

Dalam riwayat Imam Muslim dari hadits Anas “ lalu aku (Nabi) masuk kedalam masjid dan sholat 2 rakaat, lalu aku keluar, datanglah Jibril dengan membawa susu dan khomr, maka akupun mengambil susu, lalu Jibril mengatakan “ kau telah mengambil yang suci (yaitu agama islam) “

Perhatikan hadits di atas! Nabi memilih susu daripada madu atau khomr dan Jibril menyatakan susu adalah lambang kesucian.

Dari Ayat al Qur’an dan hadits-hadits di atas dapat disimpulkan bahwa susu adalah makanan yang dianugerahkan oleh Allah untuk manusia. Bahkan kekasih Allah Muhammad Rasulullah serta para shahabat pengikut Rasul meminum susu. Sebagai orang yang beriman sudah seharusnya kita tidak terpengaruh dengan tulisan Prof Dr Hiromi Shinya tapi lebih kita dahulukan ayat Ilahi dan hadits Nabi. Tim FS

Tags: , , ,

13 Comments »

  • taufik81 says:

    Assmkm…

    Ana juga pernah membaca artikel tersebut , tapi yang di maksud bukan demikian, yang di maksud Prof Dr Hiromi Shinya adalah susu sapi tidak baik bagi bayi manusia sebelum berumur 2 tahun(karene bagi bayi ASI lah konsumsi terbaik) ,Prof Dr Hiromi Shinya dalam artikel itu juga membahas tentang mengunyah makanan minimal 30x kunyah ,, dan saya kira ini tidak bertentangan dengan sunnah nabi ,malah menjadi pembenar hadist nabi . Dalam masyarakat umum,kiblat pandangan mereka tentang sosial,kesehatan dan tegnologi condong ke pemikiran barat & non muslim …
    Hikmah dari di tulisnya artikel ini adalah pendapat Rosul S.A.W mengenai kesehatan ,ekonomi dll.. kini telah di ilmiahkan banyak ilmuwan .. Dan ini membuktikan betapa Nabi mendahului mereka dalam pemikiran tersebut ,..
    Memang judul buku tersebut ada kesan kontroversial , tapi itu hanya bertujuan pemasaran produk saja ….

    Alafu minkum ,dan toong di baca lagi artikelnya .

  • admin says:

    Waalaikum salam warrahmah
    Jazakumullah kher atas tanggapannya, kami setuju dengan pendapat Antum bahwa ASI adalah yang terbaik untuk bayi, tapi dalam artikel Dahlan Iskan tersebut kami tidak menemukan pernyataan bahwa “susu sapi tidak baik bagi bayi manusia sebelum berumur 2 tahun” justru yang ada adalah sebaliknya, susu paling jelek untuk manusia. Untuk lebih jelasnya coba Antum baca lagi artikel aslinya klik di sini
    Sedangkan pembahasan tentang cara mengunyah makanan kami juga sependapat karena tidak bertentangan dengan Al-Qur’an dan sunnah Nabi SAW

  • HARI HIDAYATULLAH YULIANTO says:

    assalamuallaikum Wr.Wb…..
    Ini diluar konteks permasalahan diatas, saya ada beberapa pertanyaan yang mana pertanyaan tersebut berasal dari teman lain aqidah dengan kita :
    1. Mengapa kita harus berhaji ?
    2. Apa pada saat Nabi Muhammad menerima wahyu dari Allah berupa Al-Quran ada saksi untuk peristiwa itu,bagi saya yang muslim saya meyakini Nabi Muhammad dan Al-Quran, tapi bagi mereka non muslim mereka tidak akan percaya….

    Ass. Wr.Wb……terima kasih

  • ulva says:

    assalamualaikum wr wb,

    setelah ana baca artikelnya, ada some comment from me :

    yang pertama, untuk paragraf pertama dan kedua jelas ana tidak setuju dengan tulisan dari Pak Dahlan Iskan maupun Prof. Dr Hiromi Shinya. Seperti yang sudah terpapar di atas bahwa Rasulullah SAW sendiri minum susu sampai usia dewasa, sedangkan beliau merupakan teladan yang terbaik bagi seluruh umat, tidak mungkin beliau mencontohkan yang buruk bagi umatnya. hanya saja yang ana perhatikan dalam teks, Rasulullah SAW minum susu dari kambing dan unta, tidak dijelaskan apakah juga susu dari sapi.

    yang kedua, mengenai paragraf ketiga yang menyatakan bahwa susu langsung masuk kerongkongan tanpa interaksi dengan enzim dan menjadi gumpalan di usus yang menyebabkan usus menjadi berat kerjanya sehingga harus mengeluarkan cadangan enzim induk dan pertumbuhan terganggu, yang ana ragukan “benarkah susu murni menggumpal di usus?”. harus ada penelitian yang intensif mengenai hal ini bukan hanya berdasarkan teori belaka kalau susu yang tidak berinteraksi dengan enzim di mulut akan menggumpal di usus.

    yang ketiga, dari pengalaman prof Dr Hiromi Shinya yang sudah memeriksa ratusan ribu pasien amerika dan jepang, beliau mengetahui bahwa pasien yang minum susu keadaan ususnya lebih buruk daripada pasien yang tidak minum susu. tentunya hal ini juga tidak bisa diabaikan begitu saja mengingat pengalamannya yang luar biasa. tetapi perlu diingat susu yang diminum kebanyakan manusia saat ini bukanlah susu murni yang diminum Rasulullah SAW. susu yang sekarang banyak beredar dan diminum manusia adalah susu kaleng atau kardus, profesor Hiromi pun bilang “Itu gara-gara pabrik susu yang terus mengiklankan produknya,”. memang kemungkinan bahan baku awalnya adalah susu dari hewan tapi menurut pendapat ana, dan ini sekedar opini ana, ketika melalui pemrosesan di sebuah pabrik susu maka banyak ditambahkan senyawa – senyawa kimia lain yang memiliki suatu manfaat tertentu tetapi juga memiliki efek samping yang bisa jadi membahayakan usus seperti yang diketemukan oleh profesor Hiromi, belum lagi ketika cairan susu tersebut dijadikan serbuk atau bubuk maka kemungkinan dialiri suatu gas tertentu (nitrogen misalnya) untuk bisa jadi serbuk. ketika kita minum dalam jangka waktu yang cukup panjang, maka efek samping yang tidak kita harapkan itu dapat terjadi. ditambah lagi adanya bahan pengawet yang cukup berbahaya bila kita menelannya melebihi ambang batas yang diperbolehkan.

    wassalam……

  • admin says:

    kepada saudari ulva, kami sangat berterima kasih atas tambahan pengetahuan dari anda yang sangat penting bagi kami. Namun untuk masalah riwayat hadits Nabi hanya minum susu kambing dan onta, bukanlah susu sapi, maka cukuplah bagi kita bagaimana Allah memutlakkannya dalam Al-Qur’an Surat An-Nahl ayat 66 :
    وَإِنَّ لَكُمْ فِي الْأَنْعَامِ لَعِبْرَةً نُسْقِيكُمْ مِمَّا فِي بُطُونِهِ مِنْ بَيْنِ فَرْثٍ وَدَمٍ لَبَنًا خَالِصًا سَائِغًا لِلشَّارِبِينَ
    Dan sesungguhnya pada binatang ternak itu benar-benar terdapat pelajaran bagi kamu. Kami memberimu minum dari pada apa yang berada dalam perutnya (berupa) susu yang bersih antara tahi dan darah, yang mudah ditelan bagi orang-orang yang meminumnya.
    Dalam ayat tersebut Allah memutlakkan susu dari binatang ternak berarti mencakup pada susu sapi juga.

  • Al-Faqir Ibnu Abdurrachman says:

    SANGGAHAN “SUSU SAPI BUKAN UNTUK MANUSIA”
    Sebelumnya diucapkan atas posting yang telah diberikan oleh Akh arif zainuri dari tulisan Akhina Dahlan Iskan. Mengenai tulisan tersebut ana memilik pendapat sendiri yang InsyaAllah berdasarkan dalil-dalil yang Qoth’i (jelas) dari Al-Qur’an dan AS-Sunnah. ada beberapa hal yang ana pertanyakan pertama apakah tulisan “susu sapi bukan untuk manusia” adalah pendapat Prof Dr Hiromi Shinya sendiri atau kesimpulan penulis.

    Tidak bermaksud untuk menandingi atau merasa lebih dari tingkat keilmuan prof. hiromi, namun pendapat susu sapi bukan manusia bertentangan dengan Al-Qur’an dan Hadist.
    1. Dalil Al-Qur’an
    a. (An-Nahl : 66)
    “Dan sesungguhnya pada binatang ternak itu benar-benar terdapat pelajaran bagi kamu. Kami memberimu minum dari pada apa yang berada dalam perutnya (berupa) susu yang bersih antara tahi dan darah, yang mudah ditelan bagi orang-orang yang meminumnya”
    b. (Al-Muminun:21)
    “Dan sesungguhnya pada binatang-binatang ternak, benar-benar terdapat pelajaran yang penting bagi kamu, Kami memberi minum kamu dari air susu yang ada dalam perutnya, dan (juga) pada binatang-binatang ternak itu terdapat faedah yang banyak untuk kamu, dan sebagian daripadanya kamu makan”

    dari dalil diatas menunjukan bahwa susu binatang ternak (sapi) memilik manfaat yang bagus untuk manusia, hal ini Allah kemukakan sebagai Khaliq (pencipta) yang paling mengetahui apa yang terbaik bagi makhluk ciptaanya. Kemudian dalam surga Allah janjikan kepada penduduknya sungai-sungai yang terbuat dari susu, dari sini tergambar bagaimana susu adalah minuman yang Allah Istimewakan.

    2. Dalil Hadist (As-Sunnah)
    Mari sama-sama kita buka buku sirah Nabawiyah yang dikarang oleh pemenang pertama lomba penulisan siroh nabawiyah As-Syaikh Syaifurrahman Al-Mubarakfurry. dalam bukunya terbitan pustaka Al-kautsar tergambar dalil yang menunjukan Nabi Muhammad SAW meminum susu.
    a. Pada hal.226 sebuah hadist dikatakan ketika Abu Bakar R.a ketika berteduh di suatu tempat dengan Rasulullah ketika dalam perjalanan hijrah ke Madinah. beliau bertemu dengan seorang penggembala domba kemudian dia meminta dari penggembala itu susu dari dombanya, kemudian Abu Bakar R.a memberikan kepada Rasullah untuk diminum.

    b. Pada hal 229-230 pada buku yang sama, sebuah hadist menerangkan bagaimana Rasullah memerah sendiri susu dari domba Ummu Ma’bad yang ketika itu sedang dalam kondisi sulit, sehingga Ummu ma’bad terheran bagaimana domba-domba yang kurus tersebut bisa mengeluarkan susu?. Tapi kemudian Rasullah SAW memerah dari domba-domba tersebut dan memberikannya kepada Ummu Ma’bda untuk diminum hingga kenyang kemudian kepada Abu Bakar dan Rasulullah sendiri untuk di minum hingga kenyang.

    Rasulullah seorang tauladan yang terbaik tidak mungkin memberikan contoh kepada ummatnya untuk minum susu jika ada hal-hal yang buruk terkandung didalamnya. Maka Rasulullah yang kita tauladani saja masih meminum susu, dan hal tersebut dicontohkan oleh beliau.

    3. Dalil Logika
    Jika Prof. Hiromi melogikakan tidak ada sapi minum susu manusia, dan tidak ada binatang yang menyusu dari selain jenisnya, maka untuk logika tersebut disanggah bahwa ada binatang lain yang menyusu kepada binatang lain. Yaitu sering atau pernah kita saksikan bagaimana jika seekor anak anjing menyusu kepada seekor kucing, ataupun anak kucing dan anjing sering diberikan minuman susu sapi oleh majikannya dan mereka suka. Kenapa hal itu tidak populer karena mamalia bukan tidak suka meminum susu sapi, tapi mereka tidak tahu bagaimana caranya? “Mamals don’t Know how to get milk from cattle”.
    Tapi manusia yang sebagai makhluk yang Allah ciptakan paling sempurna dengan akalnya, dapat dan mampu mengambil susu dari binatang ternak dan menikmati susu yang diproduksi darinya.

    Kesimpulannya adalah minum susu baik bagi kita berdasarkan bagi dalil Qur’an dan Assunah.

    Wallahu ‘Alam Bi Shawab…
    Al-Faqir
    Ibnu Abdurrachman

  • Agung says:

    Maaf sebelumnya, tingkat ilmu keagamaan saya sangat rendah. Namun saya meyakini sepenuhnya bahwa AlQuran dan sunnah Nabi tentunya tidak salah.

    Namun, sesuai komntar sdr. Ulva bahwa Prof Dr Hiromi Shinya menulis demikian karena pengalamannya yang mumpuni. Beliau belum pernah sakit hingga usianya sekarang karena diet makanan yang ketat dan antara lain tidak meminum susu.

    Nah saya sekarang juga mengurangi konsumsi susu setelah membaca demikian. Saya hanya berharap ada penelitian lebih lanjut mengenai dampak susu bagi tubuh kita. Tidak hanya dalil2 saja, tapi juga ada pemikiran dari kita. Susu mana yang baik atau buruk bagi kita. Karena pada jaman sekarang susah untuk mendapatkan produk yang sehat dan higienis, tidak seperti jaman dulu.

  • saya juga g setuju
    kalaupun nanti ada suatu kejadian

    berarti susu itu tidaklah asli. sudah di campur dengan zat – zat lain
    yang mungkin dilakukan oleh perusaahn untuk mendapatkan untung yang lebih tanpa memperhatikan layak tidaknya di konsumsi

  • Moh. Nur Ihsan says:

    Sebenarnya dari uraian diatas (hadist yang dijelaskan) jelas bahwa yang dimaksud susu yang diminum Nabi adalah susu Kambing atau onta bukan susu sapi. Sedang al Qur’an menyebutkan secara umum bukan spesifik ternak tertentu. Susu sapi memeliki globule lebih besar dibandingkan dengan susu kambing yang memiliki globula lemak lebih kecil, sehingga susu kambing baik untuk bayi (manusia umur <2 tahun) maupun orang dewasa. Oleh karena itu ayat yang menjelaskan bahwa susu mudah dicernak (ditelan) bagi yang meminumnya lebih cenderung ke susu kambing sebagaimana yang dinimum Nabi bukan susu sapi.

  • Yulie says:

    Saya setuju dengan Moh. Nur Ihsan, susu yang diminum Rasulullah SAW adalah susu domba segar. Dan memang sudah ada penelitian yang membuktikan kalau susu domba lebih bermanfaat dari susu sapi bagi manusia karena lebih mudah dicerna oleh lambung kita.
    Sebenarnya tidak ada pertentangan antara hasil penelitian yang dikemukakan oleh prof Dr Hiromi Shinya dengan apa yang dicontohkan oleh Rasulullah.
    Intinya prof tersebut membahas tentang susu sapi khususnya susu sapi yang sudah melalui proses kimia sebelum dikonsumsi oleh konsumen sedangkan kebanyakan hadist lebih banyak membahas susu domba yang diminum oleh Rasulullah SAW dan bukan susu sapi.
    Mungkin ada yang tahu hadist yang secara spesifik kalau Rasulullah pernah minum susu sapi?

  • Mas Rinaza says:

    Ass. ww… saya sangat setuju dengan sdr. Ulva… memang benar yang dimaksud oleh Prof. Hiromi Shinya adalah susu formula yang beredar dipasaran.. yang telah melalui proses yang panjang untuk sampai ke tangan konsumen… sehingga tidak ada lagi enzym yang dibutuhkan tubuh di dalam susu tersebut…

    wassalam…

  • Arief says:

    Kalo boleh menyimpulkan…:

    1. Al Quran dan Hadist wajib kita yakini kebenarannya

    2. ASI (bukan susu yang lain) adalah sebaik-baik makanan untuk bayi sampai usia 2 tahun (dan ini mungkin yang dimaksud oleh Pak Dahlan Iskan walaupun secara tersirat)

    3. Susu murni (bukan susu formula) dari hewan (kambing, sapi, unta, dll) yang diproses dengan benar adalah minuman yang baik dan menyehatkan.

    4. Mari minum susu…

Leave a comment!

Add your comment below, or trackback from your own site. You can also Comments Feed via RSS.

Be nice. Keep it clean. Stay on topic. No spam.

You can use these tags:

<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong> 

This is a Gravatar-enabled weblog. To get your own globally-recognized-avatar, please register at Gravatar.